Waskita Karya Gandeng BUMN Tiongkok Garap Proyek Tol Hingga Pipa BBM

Image title
6 Juni 2021, 21:51
waskita karya, waskita karya gandeng BUMN Tiongkok, waskita karya kerja sama bumn china, China Communications Construction Company, WIKA
KATADATA/Arief Kamaludin
Ilustrasi. Hingga akhir 2020, BUMN infrastruktur ini tercatat memiliki liabilitas mencapai Rp 89,01 triliun.

PT Waskita Karya Tbk (WIKA) dan China Communications Construction Company Co. Ltd meneken kesepakatan untuk membentuk aliansi strategis pembangunan infrastruktur dan industri lainnya di Indonesia. Kerja sama antara lain mencakup proyek tol Kayu Agung–Palembang–Betung, tol Ciawi – Sukabumi, pipa Distribusi BBM Cikampek–Plumpang, dan Revetment atau konstruksi bangunan pantai Pelabuhan Benoa Bali.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyambut baik kerjasama ini. Menurut dia, sektor konstruksi harus terus berjalan bukan hanya untuk memperkuat konektivitas dalam negeri, tetapi sebagai salah satu aktivitas penggiat ekonomi yang akan membantu Indonesia tumbuh
selama dan usai pandemi.

"Bagaimanapun, kita harus bisa keluar dari krisis akibat pandemi dan tetap memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak,” ujar Erick dalam siaran pers, Minggu (6/6).

Presiden Direktur Waskita Karya Destiawan Soewardjono, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan strategi perusahaan untuk menciptakan potensi pertumbuhan bisnis yang positif. Hal ini memanfaatkan ekonomi yang akan berangsur pulih seiring percepatan vaksinasi yang tengah dilakukan pemerintah.

"Melalui sinergi dengan pengembang infrastruktur besar seperti CCCC, keuntungannya tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, tapi juga membawa manfaat bagi negara dan masyarakat," katanya

Ia menekankan, akan terus mengeksplor lebih banyak peluang pembangunan infrastruktur yang dapat disinergikan dengan mitra asing seperti CCCC maupun partner strategis lainnya.

CCCC merupakan BUMN China yang bergerak di bidang investasi, desain, konstruksi, dan infrastruktur transportasi. Hingga akhir tahun lalu, CCCC memiliki total aset mencapai US$ 204 miliar.

Proyek-proyek yang akan digarap Waskita Karya dan BUMN Tiongkok ini bernilai puluhan triliun rupiah.  Untuk dua proyek jalan tol saja, berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur, kebutuhan investasinya mencapai Rp 17,35 triliun untuk ttol Kayu Agung–Palembang–Betung  dan Rp 7,77 triliun tol Ciawi – Sukabumi.

Waskita Karya saat ini tengah bergelut dengan utang. Hingga akhir 2020, BUMN infrastruktur ini tercatat memiliki  liabilitas mencapai Rp 89,01 triliun. Liabilitas tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek yaitu mencapai Rp 48,24 triliun. Untuk itu, perusahaan tengah berupaya mendivestasi sejumlah ruas jalan tol. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait