IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Agatha Olivia Victoria
23 Juni 2021, 06:32
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan perdagangan akhir tahun 2020 IHSG ditutup melemah 57,1 poin atau 0,95 persen ke level 5.979,07.
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melesat 1,53% ke level 6.087.

Indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan kenaikan meski terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (23/6). Pada perdagangan kemarin,  IHSG ditutup melesat 1,53% ke level 6.087.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga memperkirakan IHSG hari ini bergerak naik pada area resistance di level 6.182 dan 6.134 dan support di level 6.022 dan 6.958. Namun, ia memperkirakan, pergerakan indeks hari ini masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri serta diberlakukannya pembatasan baru yang lebih ketat.

"Ada potensi pemulihan ekonomi akan kembali melambat pada kuartal III sehingga diperkirakan penguatan IHSG hanya akan bersifat sementara," kata Dennies.

Pasien positif Covid-19 bertambah 13.668 orang pada  22 Juni 2021 sehingga total kasus mencapai 2.018.113. Sebanyak 1.810.136 pasien dinyatakan sembuh dan 55.291 orang meninggal dunia.

Saham-saham yang menurutnya layak diperhatikan oleh investor pada hari ini di antaranya PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Head of Research Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nai juga memperkirakan indeks hari ini naik meski terbatas dengan  area support dan resistance masing-masing di level 6.052 dan 6.142. Pergerakan indeks akan dipengaruhi sentimen dari kebijakan Bank Sentral AS, The Federal Reserve.

"Investor menanti hasil kesaksian Gubernur The Fed Jerome Powell pada sidang subkomite DPR tentang pinjaman darurat pandemi dan program pembelian aset," katanya.

Jerome Powell pada Selasa (22/6) waktu Washington DC menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan akan inflasi yang akan datang. Merespons pernyataan tersebut, bursa saham Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan tadi malam.

Lanjar mengatakan terdapat beberapa saham yang dapat dicermati secara teknikal pada hari ini. Saham-saham tersebut, di antaranya PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Timah Tbk (TINS).

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan indeks masih menunjukkan pola tekanan terbatas. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di level antara 5.876 dan 6.123.

Menurut dia, minimnya sentimen serta perlambatan roda perekonomian yang terjadi masih menjadi tantangan tersendiri bagi emiten yang berada dalam pasar modal. Ia belum melihat sentimen yang dapat memicu kenaikan IHSG.

Namun,  ia mengatakan momentum tekanan masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. "Dengan pergerakan fluktuatif yang terjadi dalam IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek," kata William.

Momentum tekanan, menurut dia, merupakan momentum berharga bagi investor jangka menengah dan panjang. Ini karena langkah sigap pemerintah untuk mempercepat perekonomian, cepat atau lambat pasti akan membuahkan hasil.

"Sehingga dengan kondisi yang membaik maka kinerja emiten dapat cemerlang dan mendorong kenaikan IHSG di masa yang akan datang," ujar William.

Beberapa saham yang menurutnya menarik untuk dipantau, antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait