Meski PPKM Diperpanjang, Rupiah Dibuka Menguat 0,33% Pagi Ini

Rupiah pagi ini menguat ke level Rp 14.376 per dolar AS meski pemerintah kemarin memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4.
Image title
3 Agustus 2021, 10:02
rupiah, rupiah menguat, PPKM level 4
Arief Kamaludin|KATADATA
Rupiah pagi ini menguat di tengah melemahnya mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,33% ke level Rp 14.375 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot hari ini. Rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan meski pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak terus menguat ke level Rp 14.373 per dolar AS hingga 09.27 WIB. Ini melanjutkan penguatan dari posisi penutupan pasar kemarin di level Rp 14.423 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya mayoritas bergerak melemah. Dolar Hong Kong melemah 0,05%, bersama dolar Singapura 0,01%, dolar Taiwan 0,02%, won Korea Selatan 0,14%, peso Filipina 0,10%, yuan Tiongkok 0,06% dan bath Thailand 0,04%. Sementara yen Jepang menguat 0,06% bersama rupee India 0,09%, sedangkan ringgit Malaysia stagnan.

Analis pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah hari ini berpeluang menguat ke level Rp 14.400 hingga Rp 14.450 per dolar AS. Ini masih akan melanjutkan tren penguatan yang terjadi beberapa hari terakhir sekalipun pemerintah kembali memperpanjang pengetatan mobilitas hingga seminggu ke depan.

"Memanfaatkan momentum penguatan kemarin, rupiah masih berpeluang menguat hari ini. Selain itu kebijakan pemerintah yang mulai melonggar terhadap PPKM meskipun diperpanjang juga membantu penguatan rupiah ini." kata Ariston kepada Katadata.co.id, Selasa, (3/8).

Pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM level 4 hingga sepekan ke depan atau 9 Agustus 2021. DKI Jakarta bersama sejumlah daerah penyangga masih akan masuk dalam zona PPKM level 4. Ketentuan terkait pembatasan mobilitas yang berlaku juga masih akan sama. Mal di wilayah level 4 masih akan tutup kecuali operasional khusus pegawai yang melayani penjualan online, makan di restoran dibatasi 20 menit, hingga ketentuan perjalanan yang mengharuskan adanya surat STRP.

Kendati diperpanjang, Presiden Jokowi dalam pidatonya Senin (2/8) mengatakan, akan ada penyesuaian pengaturan aktivitas yang dilakukan di setiap daerah selama penerapan PPKM level 1-4. Ia menekankan, pemerintah tak bisa mengambil kebijakan yang sama dalam durasi panjang. Hal ini demi menyeimbangkan masalah penularan corona dan perekonomian.

"Harus menentukan derajat pembatasan sesuai data hari-hari terakhir agar pilihannya tepat," kata Presiden dalam konferensi pers virtual, Senin, (2/8).

Senada dengan Ariston, analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, rupiah berpeluang menguat didorongan penyebaran Covid-19 di Amerika Serika (AS) yang kembali naik. Hal ini berpeluang menahan penguatan dolar terhadap mata uang ekonomi berkmbang lainnya termasuk Indonesia.

"Penguatan Rupiah juga didorong oleh tren USD yang cenderung melemah karena mulai meningkatnya penyebaran Covid-19 varian delta di AS." kata Rully.

Gedung Putih melaporkan sepertiga kenaikan jumlah kasus dalam dua minggu terakhir berasal hanya dari dua negara bagian, Florida dan Texas. Kasus-kasus itu terutama di daerah-daerah di mana tingkat vaksinasi tetap rendah.

“Faktanya, tujuh negara bagian dengan tingkat vaksinasi terendah mewakili hanya sekitar 8-50% dari populasi AS, tetapi mencakup lebih dari 17% kasus, dan satu dari tiga kasus secara nasional terjadi di Florida dan Texas, minggu lalu." kata koordinator penanagan Covid Gedung Putih, Jeff Zient seperti dikutip dari CNN.

Jumlah kasus Covid-19 di AS terus melonjak sepanjang bulan lalu. Angkanya sempat menyentuh 64 ribu kasus per hari pada 1 Juli kemudian sempat membaik dalam beberapa hari berikutnya, sebelum akhirnya kembali mengalami lonjakan memasuki minggu ketiga Juli. Rekor tertinggi bahkan tercatat pada 30 Juli yang kembali mencapai 122 ribu kasus perhari, tertinggi sejak awal Februari.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait