Rupiah Melemah Rp 14.409/US$, Ada Peluang Penguatan dari Eksternal

Rupiah dapat berbalik menguat karena membaiknya sentimen pasar berisiko usai penerbitan izin FDA pada vaksin Pfizer di AS.
Image title
25 Agustus 2021, 09:55
rupiah, nilai tukar, dolar AS, pfizer
Arief Kamaludin|KATADATA
Rupiah melemah ke level Rp 14.409 hingga pukul 09.45 WIB.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,08% ke level Rp 14.405 per dolar AS pada perdagangan pasar spot hari ini. Analis memperkirakan rupiah dapat berbalik menguat karena membaiknya sentimen pasar berisiko usai penerbitan izin FDA pada vaksin Pfizer di AS.

Mengutip Bloomberg, rupiah masih melanjutkan pelemahan ke level Rp 14.409 hingga pukul 09.45 WIB.Rupiah pada perdagangan kemarin, ditutup di level Rp 14.393 per dolar AS kemarin.

Mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi. Dolar Hong Kong menguat 0,05% bersama dolar Taiwan 0,06%, rupee India 0,02% dan ringgit Malaysia 0,06%. Sementara pelemahan dialami yuan Tiongkok 0,09%, bath Thailand 0,16%, peso Filipina 0,04%, won Korea Selatan 0,11%, dolar Singapura 0,08% dan yen Jepang 0,17%.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah akan kembali menguat di kisaran Rp 14.350 - Rp 14.410 per dolar AS. Penguatan dipengaruhi masih berlanjutnya sentimen positif terhadap aset berisiko usai otoritas perizinan obat AS  memberi izin penuh penggunaan vaksin Pfizer.

"Kekhawatiran pasar terhadap penularan varian Delta mereda dan ini mendukung sentimen pasar terhadap aset berisiko. Indeks saham Asia juga terlihat menguat pagi ini," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Rabu (25/8).

Administrasi Obat dan Pangan (FDA) pada Senin (23/8) memberi izin vaksin buatan BioNTech, Pfizer untuk bisa digunakan secara penuh pada penduduk usia 16 tahun ke atas. Sebelumnya, penyuntikan Pfizer hanya mendapat izin penggunaan darurat yang dikeluarkan Desember tahun lalu.

Meski mencatat tingkat vaksinasi yang tinggi, pemerintah AS juga melaporkan masih banyak penduduk yang menolak vaksinasi terutama dari kelompok konservatif. Karena itu, penerbitan izin FDA tersebut mendorong presiden Joe Biden ikut menyampaikan desakannya bagi masyarakat untuk vaksin.

"Jika Anda salah satu dari jutaan orang Amerika yang mengatakan bahwa tidak akan melakukan vaksinsampai mendapat persetujuan penuh dan final dari FDA, itu sekarang telah terjadi," kata Biden seperti dikutip dari Reuters, Senin (23/8).

Keputusan FDA mengizinkan penggunaan Pfizer mendorong penguatan bursa Asia. Nikkei 225 Jepang terpantau menguat 0,42%, diikuti Hang Seng Hong Kong 0,79%, Shang Hai SE Composite Tiongkok 0,07%, Kospi Korea Selatan 0,26%, Nifty 50 India 0,78%, Taiex Taiwan 0,35%, FTSE Malaysia 0,41%, Strait Times Singapura 0,47% dan Thai Set 50 Thailand 0,27%.

Bursa global juga terpantau kompak menguat. Indeks Dow Jones Industrial AS menguat 0,09%, S&P 500 0,15%, Nasdaq Composite 0,52%, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,24% dan Dax Jerman 0,33%.

Sebaliknya, Ariston memperingatkan rupiah juga masih berpeluang melemah karena pasar masih berada di ambang ketidakpastian terkait tapering off. Pasar masih akan menantikan pernyataan bank sentral Fed lebih lanjut, terutama pidato Gubernur Fed Jerome Powell akhir pekan ini.

"Pasar menantikan event tahunan the Fed di Jackson Hole dimana pasar menunggu pernyataan atau komentar Gubernur Fed  terkait kebijakan tapering ke depan," ujar Ariston.

Powell akan hadir dalam simposium tahunan Jackson Hole secara virtual pada Jumat (27/8) mendatang. Pasar menantikan apakah Powell akan memberikan pernyataan penting dalam pidatonya, terutama terkait langkah tapering ke depan. Pasar sebelumnya dibuat riuh usai rilis notulen rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) yang memberi sinyal kuat pejabat Fed akan mengakhiri pembelian obligasi pemerintah sebelum akhir tahun. Kendati demikian belum ada tanda-tanda terkait kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait