Kunjungan ke Mal dan Restoran Meningkat, Ada Fenomena 'Balas Dendam'

Kunjungan masyarakat ke shopping mal meningkat, bahkan telah kembali ke level sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada awal Juli.
Image title
9 September 2021, 14:17
mal, pusat belanja, ppkm
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Ilustrasi. Pelonggaran kebijakan PPKM mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, antara lain di pusat perbelanjaan.

Mandiri Institute mencatat, tingkat kunjungan masyarakat ke tempat belanja mulai meningkat pada awal September. Kunjungan masyarakat ke shopping mal bahkan telah kembali ke level sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada awal Juli. 

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menjelaskan, pelonggaran kebijakan PPKM mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, antara lain di pusat perbelanjaan. Kunjungan masyarakat ke tempat belanja meningkat dari 60% pada 1-11 Agustus menjadi 68% pada 29 Agustus-5 September. 

“Angka kunjungan ke tempat belanja pada awal September mencapai 68% di jam sibuk,” ujar Yudo dalam Mandiri Outlook 2021, Kamis (9/9). 

Yudo menjelaskan, kenaikan paling tinggi terjadi pada kunjungan masyarakat ke mal yang naik dari sekitar 45% pada awal Agustus menjadi 67% pada awal September. Kenaikan kunjungan juga terjadi pada restoran yang mencapai 70% pada jam sibuk, sedangkan kunjungan ke supermarket tak banyak bergerak. 

Advertisement

Ia menjelaskan, ada perbedaaan karakteristik antara mal dan supermarket yang menjelaskan perbedaan dalam pemulihan angka kunjungan. Shopping mal umumnya menawarkan berbagai pengalaman pada konsumen, sedangkan supermarket lebih fokus pada kebutuhan harian rumah tangga. Selain itu, pembatasan yang dilakukan pemerintah pada supermarket selama periode PPKM juga tak seketat mal dan restoran. 

Adapun berdasarkan wilayahnya, kenaikan kunjungan ke tempat belanja terutama terjadi di Jakarta yang sudah mencapai 78% pada 29 Agustus hingga 5 September. Angka kunjungan ini melonjak dari 62% pada 1-11 Agustus. 

Kasus Covid-19 yang menurun sejak awal Agustus membuat pemerintah mulai memperlonggar kebijakan pembatasan di mal dan pusat perbelanjaaan sejak 10 Agustus. Uji coba pembukaan mal dilakukan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Mal boleh buka secara menyeluruh dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 21.00 WIB. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, respons masyarakat terhadap pelonggaran pembatasan semakin cepat. Hal ini terlihat dari peningkatan indeks belanja yang sudah meningkat sejak awal agustus setelah mencapai titik terendah akibat implementasi PPKM pada pertengahan Juli. 

"Respons masyarakat terhadap pelonggaran pembatasan makin cepat, termasuk juga ke tempat wisata. Istilahnya banyak yang 'balas dendam', ke lokasi wisata dan sebagainya. Yang penting bagi pemerintah adalah bagaimana mengawal prokes," ujar Andry. 

Ia khawatir kenaikan mobilitas masyarakat yang tak diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dapat memicu kembali lonjakan kasus. Hal ini dapat berdampak pada diberlakukannya kembali pembatasan yang akan menekan kembali ekonomi. 

"Dengan kondisi yang terjaga, kami perkirakan ekonomi akan semakin membaik pada September. Namun, ada kekhawatiran juga melihat tempat wisata yang membludak tanpa penerapan prokes," katanya. 

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait