Sri Mulyani Perpanjang Diskon Pajak Mobil Baru Hingga Akhir Tahun

Sri Mulyani kembali memperpanjang pemberian diskon pajak mobil baru yang seharusnya berakhir pada Agustus 2021 menjadi hingga Desember 2021.
Image title
17 September 2021, 11:07
diskon pajak mobil, pajak mobil, mobil, penjualan mobil
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Ilustrasi. Diskon pajak mobil baru diperpanjang untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19,

Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memperpanjang pemberian diskon pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil hingga akhir tahun 2021. Diskon pajak mobil ini seharusnya berakhir pada Agustus 2021. 

“Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan  Febrio Kacaribu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9).

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK 010/2021. Insentif yang diperpanjang meliputi tiga jenis diskon untuk kriteria mobil, yakni:

  1. Diskon pajak 100% untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc.
  2. Diskon 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.
  3. Diskon 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

Adapun untuk kelebihan PPnBM atas pembelian kendaraan bermotor pada September 2021, menurut dia, akan dikembalikan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan pemungutan.

Febrio menjelaskan, dampak pemberian insentif ini membantu meningkatkan penjualan ritel untuk kendaraan mobil. Pada Januari-Juli, penjualan mobil tumbuh 38,5% dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan permintaan juga mendorong kenaikan dari sisi produksi yang melonjak 49,4%.

Sebagian besar hasil produksi domestik ini juga diekspor dalam bentuk kendaraan dengan komponen sudah lengkap (CKD) yang tumbuh 169,7% pada periode yang sama. Kinerja tersebut kata Febrio berhasil mendorong kinerja pertumbuhan PDB sektor industri tumbuh 45,7% secara yoy pada kuartal II 2021, begitupun sektor alat angkutan yang tumbuh 37,9%.

"Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada kuartal II 2021 masih belum kembali ke level pra-pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang," ungkap Febrio.

Febrio mengatakan fasilitas perpajakan diberikan kepada perusahaan yang menggunakan bahan produksi dalam negeri dengan porsi tertentu. Adanya syarat ini diharap diskon pajak bukan hanya mengerek sektor indurti mobil saja, melainkan sektor pendukung lainnya seperti industri barang logam, industri logam dasar, industri karean dan industri jasa keuangan.

Insentif diskon pajak ini pertama kali diberikan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2021. Melalui beleid itu, Sri Mulyani memberikan diskon PPnBM 100% untuk mobil kategori sedan dan 4x2 dengan besaran 1.500 cc ke bawah untuk masa pajak Maret hingga Mei 2021. Namun dengan syarat, komponen produksinya yang diperoleh dari dalam negeri (local purchase) paling sedikit 70%. 

Kemudian ketentun tersebut diperluas dalam PMK Nomor 31 Tahun 2021 dengan menambah cakupan mobil yaitu segmen 4x2 dan 4x4 dengan besaran 1.500 cc sampai 2.500 cc. Sementara syarat komponen dalam negerinya paling sedikit 60%. Sementara periode pemberian insentif tetap sama hanya untuk masa pajak hingga Mei 2021.

Pemerintah kemudian melakukan perpanjangan yang pertama, dengan mengeluarkan PMK Nomor 77 Tahun 2021. Beleid ini memuat ketentuan perpanjang diskon PPnBM 100% untuk untuk mobil dengan kapasitas di bawah 1.500 cc dengan masa pajak Juni hingga Agustus 2021.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait