BI Pantau Bunga Deposito Rendah Memicu Migrasi Dana ke ORI dan Saham

Simpanan deposito rumah tangga turun 2,45% secara tahunan pada semester pertama tahun ini, sedangkan penempatan dana pada aset keuangan lain justru melesat 35%.
Image title
5 Oktober 2021, 18:05
deposito, bunga deposito, perbankan
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Bunga deposito bank-bank besar saat ini berada di bawah 3%.

Bank Indonesia melihat rendahnya suku bunga deposito telah mendorong terjadinya perpindahan penempatan dana rumah tangga ke instrumen investasi lainnya seperti obligasi pemerintah hingga saham. Hal ini terlihat dari penurunan simpanan deposito rumah tangga di tengah melesatnya penempatan dana pada aset keuangan lainnya. 

Berdasarkan Kajian Stabilitas Keuangan BI edisi September, simpanan deposito rumah tangga pada semester pertama tahun ini turun 2,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode yang sama, aset keuangan justru tumbuh mencapai 35%. 

“Kenaikan penempatan dana rumah tangga pada aset keuangan tercermin dari peningkatan pangsa investor ritel pada pasar saham dari 12,09% pada kuartal II 2020 menjadi 14,17% pada kuartal II 2021,” demikian tertulis dalam Kajian Stabilitas Keuangan BI yang dirilis pada Selasa (5/10). 

Catatan BI, kenaikan penempatan dana rumah tangga juga terlihat dari kinerja penjualan ritel surat berharga negara (SBN) yang selalu melebihi target yang telah ditetapkan atau oversubscribe pada dua kali penerbitan, yakni Februari dan Maret 2021. Hal ini, menurut BI, tak lepas dari lebarnya perbedaan hasil investasi yang diperoleh dari deposito dan instrumen keuangan lainnya.

Rata-rata yield surat berharga negara pada Semester I 2021 mencapai 6,64%, lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito tenor 12 bulan yang hanya mencapai 5,06%. BI bahkan mencatat rata-rata imbal hasil saham meningkat hingga mencapai 24,6% secara tahunan pada semester pertama tahun ini.

Di sisi lain,  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah simpanan di bank umum (BU) pada Agustus 2021 masih tumbuh 8,6% secara tahunan dan 1,2% secara bulanan mencapai Rp 7.126 triliun. Meski demikian, simpanan dalam bentuk deposito tumbuh paling kecil yakni 3,5% secara tahunan menjadi Rp 2.854 triliun meski porsinya masih mendominasi simpanan perbankan yakni mencapai 40,1%. 

Simpanan giro naik 13,1% secara tahunan menjadi Rp 1.938 triliun atau 27,2% dari seluruh simpanan, sedangkan tabungan tumbuh 12,9% menjadi Rp 2.277 triliun atau 32% dari total simpanan.

Adapun berdasarkan nominalnya, lebih dari separuh simpanan perbankan terdiri dari simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar dalam satu rekening. Pertumbuhannya tercatat paling tinggi dibandingkan tearing nominal lainnya yakni mencapai 12,2% secara tahunan menjadi Rp 3.576 triliun.

Lembaga ini juga melihat tren penurunan bunga deposito masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini, terutama seiring langkah mereka  memangkas lagi tingkat bunga penjaminan pada pekan lalu sebesar 50 bps untuk simpanan rupiah. Bunga penjaminan maksimal LPS untuk simpanan rupiah di bank umum saat ini sebesar 3,5%, sedangkan di BPR sebesar 6%. 

Berdasarkan catatan LPS,  rata-rata suku bunga simpanan rupiah di perbankan pada periode observasi 26 Agustus hingga 22 September 2021 turun 10 bps ke level 2,7%. Sementara jika ditarik mundur sejak periode Mei 2021, suku bunga pasar simpanan rupiah sudah turun 25 bps.

Sementara berdasarkan data uang beredar BI, rata-rata bunga deposito untuk tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan turun dari 3,42%, 3,56%, 3,91%, dan 4,59% pada Juli 2021 menjadi 3,34%, 3,5%, 3,83%, dan 4,42%. 

Meski rata-rata bunga deposito masih berada di level 3%, bunga deposito bank besar sudah berada di bawah 3%. BCA hanya memberikan bunga deposito sebesar 2,5% untuk seluruh jenis tenor dan besaran simpanan. 

Bank swasta lainnya, Bank Danamon juga memberikan bunga depiosito 2,5% untuk seluruh tenor dan simpanan. Sementara CIMB Niaga memberikan bunga deposito 2,5% untuk simpanan tenor 1 bulan dan 3 bulan, serta 2,75% untuk tenor 6 bulan dan 12 bulan. Bank Danamon. 

Bank-bank BUMN memberikan bunga sedikit lebih besar.  BNI dan BRI memberikan bunga deposito 2,75% untuk simpanan tenor 1 bulan dan 3 bulan dan 2,85% untuk simpanan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan.  Sementara Bank Mandiri memberikan bunga deposito 2,7% untuk simpanan tenor 1 bulan dan 3 bulan dan 2,75% untuk simpanan tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. 

Tawaran bunga lebih tinggi diberikan oleh bank-bank kecil, terutama yang kini tengah bertransformasi menjadi bank digital. Bank Jago memberikan bunga deposito 3,5% hingga 4%, Bank Ganeshan 3,25% hingga 4,5%, sedangkan bank besutan Shopee, Seabank yang sempat menawarkan bunga deposito hingga 7% kini hanya mamatok 3% hingga 3,5%. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait