Rupiah Menguat Imbas Membaiknya Sektor Jasa AS dan Eropa

Penguatan rupiah diperkirakan berlanjut di tengah membaiknya aktivitas bisnis, khususnya sektor jasa di Amerika Serikat dan Eropa.
Image title
6 Oktober 2021, 10:33
rupiah, rupiah menguat, dolar AS
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Ilustrasi. Rupiah menguat di tengah melemahnya mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,09% ke level Rp 14.240 per dolar AS pada perdagangan pasar spot pagi ini. Tren penguatan diprediksi masih akan berlanjut di tengah membaiknya aktivitas bisnis, khususnya sektor jasa di Amerika Serikat dan Eropa.

Mengutip Bloomberg, rupiah melanjutkan penguatan di level Rp 4.238 pada pukul 10.00 WIB. Ini semakin menjauhi posisi penutupan kemarin di level Rp 14.253 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia lainnya justru melemah. Dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan 0,10%, won Korea Selatan 0,09%, peso Filipina 0,15%, rupee India 0,19%, ringgit Malaysia 0,06% dan yen Jepang bersama bath Thailand kompak melemah 0,13%.  Sementara yuan Tiongkok menguat 0,40% dan dolar Hong Kong satgnan.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan,rupiah menguat di kisaran Rp 14.240-Rp 14.280 per dolar AS. Potensi penguatan terutama didorong sentimen positif terhadap aset berisiko mengikuti penguatan indeks saham AS dan Eropa.

"Membaiknya data ekonomi yang dirilis kemarin yaitu data indeks aktivitas sektor jasa Eropa dan AS mendukung sentimen tersebut," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Rabu (6/10).

 

IHS Markit melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) Composite untuk zona euro bulan lalu mengalami perlambatan tetapi tetap menunjukkan ekspansi. PMI secara keseluruhan sebesar 56,2 dari bulan sebelumnya 59,0. Khusus sektor jasa mengalami penurunan dari 59,0 menjadi 56,4, tetapi masih berada di zona ekspansi.

Sektor jasa juga tampaknya masih menggeliat di AS. Institute for Supply Management (ISM) pada Selasa (6/10) melaporkan PMI sektor jasa AS naik tipis dari 61,7 menjadi 61,9 bulan lalu.

Rilis data ekonomi yang membaik ini memicu bursa saham AS ditutup menghijau. Dow Jones Industrial menguat 0,96%, S%P 500 1,05%, dan Nasdaq Composite juga menguat 1,25%. Indeks utama Eropa juga menguat pagi ini, FTSE 100 Inggris menguat 0,94%, DAX Jerman 1,05%, CAC Perancis 1,52%.

Sementara indeks di Asia Pasifik mayoritas pagi ini melemah. Nikkei 225 Jepang 0,95%, Hang Seng Hong Kong 1,03%, Kospi Korea Selatan 0,97%, Taiex Taiwan 0,13%, ASX 200 Australia 0,45%. Sedangkan indeks Strait Times Singapura menguat 0,22%, bersama Nifty 50 India 0,74% dan Shanghai SE Composite 0,90%.

Meski begitu, Ariston juga melihat, masih ada peluang pelemahan rupiah terutama dipengaruhi tren kenaikan yield obligasi pemerintah AS dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terutama dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pengetatan moneter AS lewat rencana tapering off bank sentral.

"Ini bisa menekan penguatan rupiah terhadap dolar AS dan malah bisa mendorong pelemahan rupiah," kata Ariston.

Yield US Treasury kembali melampaui 1,5% pada perdaganagn kemarin setelah sempat turun di bawah level tersebut sejak awal bulan ini. Tren ini diperkirakan masih dipengaruhi rencana Bank sentral AS yang kabarnya akan memulai pengurangan pembelian aset pada Desember tahun ini dan berakhir pada pertengahan tahun depan. The Fed rencananya akan memulai kenaikan suku bunga pada kuartal ketiga tahun 2022.

Sementara itu, analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto memperkirakan, rupiah akan kembali melemah di kisaran Rp 14.238-14.318 per dolar AS. Senada dengan Ariston, ia memperkirakan pelemahan terutama dipengaruhi sentimen tapering off yang mendorong naiknnya yield US Treasury.

Rully memperkirakan pelemahan bisa saja tidak akan terlalu dalam jika dibantu berbagai sentimen positif dari dalam negeri. Ia menyebut tren membaiknya penanganan pandemi berpotensi membantu menahan pelemahan nilai tukar. Selain itu tren kenaikan harga komoditas juga cukup berpengaruh.

"Kenaikan harga-harga komoditas diharapkan akan kembali memberi surplus neraca perdagangan yang cukup besar," kata Rully kepada Katadata.co.id.

Beberapa komoditas menguat pagi ini. Harga alumunium naik 0,7%, Zinc menguat ,01% dan timah meroket 1,83%. Komoditas energi juga menguat, harga minyak mentah WTI 0,03%, minyak mentah Brent 0,06%.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait