IHSG Belum Mampu Tembus Rekor, Analis Sarankan Saham Bank dan Konsumer

IHSG diperkirakan masih sulit menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 19 Februari 2018 di level 6,689.
Image title
19 Oktober 2021, 06:18
ihsg, ihsg hari ini, ihsg naik, saham
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Ilustrasi. IHSG diperkirakan melanjutkan kenaikan secara terbatas pada perdagangan hari ini.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan secara terbatas pada perdagangan hari ini (19/10) setelah berhasil naik 0,38% ke posisi 6.658 pada perdagangan kemarin. Namun, IHSG diperkirakan masih sulit menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 19 Februari 2018 di level 6,689. 

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan, IHSG masih berpotensi naik dengan area resistance 6.718 dan 6.688, serta support di level 6.624 dan 6.590. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, tren kenaikan (bullish) pada indeks pasar modal domestik masih cukup kuat.

Candlestick membentuk higher high dan higher low untuk menguji level resistance tertinggi sepanjang masa. Namun, Dennies melihat rentang penguatan IHSG cukup terbatas jelang libur di tengah pekan, Rabu (20/10).

"Investor  akan cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga 7 Days Repo Rate dari Bank Indonesia," kata Dennies dalam riset tertulisnya.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Ia merekomendasikan beli untuk saham Bank CIMB Niaga (BNGA) dan menambah kepemilikan pada saham Wijaya Karya (WIKA). Ia juga merekomendasikan tahan atau hold  untuk saham Semen Indonesia (SMGR) dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). 

Hal senada disampaikan CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak naik terbatas. Rentang pergerakan IHSG diprediksi ada di level 6.472 dan 6.691.

"Pergerakan IHSG hingga saat ini masih berupaya untuk mencetak tertinggi sepanjang masa," kata William.

Ia mengatakan, pergerakan indeks hari ini dipengaruhi oleh rilis data perekonomian tingkat suku bunga yang disinyalir belum akan mengalami perubahan. Bank Indonesia pada bulan lalu menetapkan suku bunga acuan 3,5%.

"Namun, risiko terhadap potensi terjadinya koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai mengingat harga komoditas berpeluang terkoreksi," kata William.

Ada sejumlah saham yang menurut William layak untuk menjadi perhatian pelaku pasar saham seperti Bank Negara Indonesia (BBNI), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Astra International (ASII), Telkom Indonesia (TLKM), dan Gudang Garam (GGRM).

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG kemarin masih ditutup di bawah resistance terdekat di level 6.692. "Oleh karena itu IHSG berpeluang turun," katanya dalam riset.

Ia memperkirakan IHSG berada pada kisaran support 6.543, 6.456, dan 6.385, sedangkan resistance di 6.692, 6.799, dan 6.890.

Sejumlah saham, menurut dia, dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Indofood Sukses Makmur (INDF), Kalbe Farma (KLBF), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP).

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait