Indonesia dan Singapura Perpanjang Kerja Sama Keuangan Rp 143 T

Kerja sama BI dan Bank Sentral Singapura mencakup bilateral swap agreement atau kesepakatan pertukaran mata uang lokal dan repo agreement.
Image title
5 November 2021, 15:35
singapura, BI, keuangan
Arief Kamaludin | Katadata
Kerja sama antara BI dan Bank Sentral Singapura untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan kedua negara melalui pertukaran dan peminjaman mata uang kedua negara maupun dolar AS pertama kali dimulai sejak tahun 2018, s

Bank Indonesia (BI) memperpanjang kerja sama keuangan secara bilateral dengan bank sentral Singapura (MAS) senilai US$ 10 miliar atau Rp 143,3 triliun hingga 4 November 2022. Kerja sama yang mencakup bilateral swap agreement dan repo agreement ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan kedua negara. 

Kedua kesepakatan tersebut ditandatangani hari ini oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Direktur MAS Ravi Menon. Adapun kerja sama ini pertama kali dimulai sejak tahun 2018, sebagai bagian dari kesepakatan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan Leaders' Retreat.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kerja sama ini akan mendukung stabilitas moneter dan keuangan di keduanegara. Melalui dua kerja sama tersebut, baik BI maupun MAS dapat memenuhi kebutuhan likuiditas mata uang asing sementara waktu. Tambahan cadangan mata uang asing penting untuk menyediakan likuiditas ke sistem perbankan atau mendukung mata uang lokal selama periode volatilitas seperti sekarang.

"Inisiatif ini mencerminkan penguatan kerja sama moneter dan keuangan bilateral antara Singapura dan Indonesia, dan menunjukkan komitmen otoritas Indonesia dan Singapura untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian yang masih ada di pasar keuangan global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis dalam laman resmi MAS, Jumat (5/11).

 

Adapun kerja sama billateral swap agreement memungkinkan kedua negara saling menukar mata uang lokal-nya, serta menukar mata uang masing-masing negara dengan dolar AS yang dimiliki bank sentral kedua negara. Nilai kerja sama ini setara 9,5 miliar dolar Singapura atau Rp 100 triliun. 

Sementara perjanjian repo memungkinkan kedua bank sentral memperoleh dolar AS dengan jaminan obligasi pemerintah negara lain. Namun, obligasi yang dapat dijaminkan hanyalah US Treasury, obligasi pemerintah jepang dan obligasi pemerintah Jerman

Direktur Utama MAS mengatakan fundamental ekonomi regional ASEAN  saat ini masih terpantau sehat. Meski demikian, menurut dia, pasar terkadang menunjukkan reaksi berlebihan dalam menghadapi ketidakpastian.

"Sehingga kerja sama keuangan bilateral ini akan menumbuhkan kepercayaan investor. Ini juga mencerminkan hubungan erat antara kedua negara," ujar Menon.

BI juga sebelumnya telah memperpanjang kerja sama Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan bank sentral Jepang (BoJ) bulan lalu. Melalui perpanjangan kerja sama ini, BI dan BoJ bisa melakukan swap mata uang dengan nilai fasilitas sampai dengan US$ 22,76 miliar atau nilai yang setara dalam yen Jepang. Kerja sama ini diperpanjang sampai tiga tahun mendatang.

Selain dengan Jepang, kerja sama serupa juga dilakukan dengan Bank sentral Australia dengan nilai swap maksimal US$ 10 miliar, yang mana perpanjangan terakhir dilakukan pada 2018 dan dijadwalkan berakhir tahun ini.

Jatuh tempo perpanjangan kerja sama juga tahun ini dengan bank sentral Cina (PBOC). Kesepakatan BSA dengan Cina maksimal US$ 30 miliar. RI juga punya kerja sama serupa dengan Korea Selatan sejak 2014 dan terakhir kali diperpanjang tahun lalu. Kesepakatan BSA dengan Korea Selatan maksimal swap 107,5 triliun won Korea Selatan.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait