Kapal Pinisi Sitaan Jiwasraya Tak Laku Dilelang, Bagaimana Nasibnya?

Kementerian Keuangan menyebut salah satu barang sitaan kasus Jiwasraya yang saat ini belum terjual berupa kapal pinisi.
Image title
10 Desember 2021, 18:42
 Jiwasraya, korupsi, aset sitaan korupsi
Adi Maulana Ibrahim | KATADATA
Ilustrasi. Kejaksaan Agung awal bulan lalu menyita satu kapal jenis Pinisi yang terkait dengan kasus Jiwasraya di Sulawesi Selatan.

Pemerintah telah menyita sejumlah aset untuk pemulihan kerugian atas tindak pidana korupsi dan pencucian uang PT Asuransi Jiwasraya. Kendati demikian, Kementerian Keuangan menyebut beberapa dari barang hasil rampasan tersebut belum sepenuhnya berhasil di lelang. Salah satu yang belum terjual adalah kapal pinisi. 

"Aset sitaan eperti mobil-mobil oleh Kejaksaan Agung sudah laku dilelang. Namun, ada juga yanh belum laku, seperti kapal," kata Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Kementerian Keuangan Purnama T Sianturi dalam media briefing secara virtual, Jumat (10/12).

Meskipun belum laku, Purnama mengatakan pemerintah masih dapat melaksanakan kembali lelang  sesuai pertimbangan dari Kejaksaan Agung. Namun jika sudah berulang dan tak kunjung laku, Kejaksaan dapat mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk dilakukan pengelolaan. Ini dapat berupa Penetapan Status Penggunaan (PSP) kepada Kementerian/Lembaga (K/L) atau dengan hibah kepada daerah.

"Kalau sekiranya tidak laku juga ada pintu yang lain, bisa saja ternyata kapal itu dipertimbangkan oleh pemerintah daerah ternyata cocok digunakan, maka bisa saja dihibahkan kepada Pemda yang membutuhkan," kata Purnama.

Advertisement

Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan kapal hasil rampasan itu juga akan brguna bagi pemerintah pusat khususnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, kapal ini juga bisa dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan milik pemerintah di bidang pelayaran dan kelautan sebagai prasarana pembelajaran pendukung.

Purnama mengatakan, kapal tersebut bisa ditetapkan sebagai hibah kepada daerah maupun PSP kepada K/L dengan melalui mekanisme yang berlaku. Daerah atau K/L bermohon untuk penggunaan aset tersebut kepada Kejaksaan Agung kemudian diteruskan kepada Kementerian Keuangan selaku pengelola aset negara untuk memperoleh persetujuan. Setelah itu barulah aset sitaan itu bisa diserahkan.

Kejaksaan Agung awal bulan lalu menyita satu kapal jenis Pinisi yang terkait dengan kasus Jiwasraya di  Sulawesi Selatan. Kapal ini kemudian dilelang bersamaan dengan beberapa barang hasil sitaan lainnya di pekan terakhir bulan November.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga melelang 16 barang rampasan negara berupa kendaraan roda empat dan roda dua dalam kasus Jiwasraya. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Ebenezer Simanjuntak mengatakan, pada lelang akhir bulan lalu 11 diantarnya berhasil terjual dengan nilai Rp 6,1 miliar.

Secara perinci, 11 kendaraan yang laku terjual terdiri dari 10 unit mobil berbagai merek dan satu unit sepeda motor. Sementara lima unit yang belum terjual tersebut semuanya mobil, terdiri atas 4 unit jeep dan 1 unit mobil sedan.

"Sisanya sebanyak 5 (lima) unit kendaraan tidak laku terjual dikarenakan Tidak Ada Penawaran (TAP), dan akan dilakukan lelang ulang," ujar Leonard dalam keterangan resminya.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait