Cina Gelontorkan Rp 2 T Bangun Pabrik Es Krim Terbesar di Indonesia

Image title
11 Desember 2021, 16:22
cina, agus, pabrik es krim
Instagram/Joydayicecream
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan pabrik milik PT Yili Indonesia Diary di Bekasi, Jumat (10/12).

Kementerian Perindustrian menyebut perusahaan asal Cina, PT Yili Indonesia Diary telah menggelontorkan investasi Rp 1,9 triliun dari rencana total Rp 2,5 triliun. Perusahaan ini membangun pabrik es krim terbesar di Indonesia. 

"Kehadiran Yili Indonesia Dairy memproduksi es krim Joyday adalah strategi bisnis yang tepat untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk susu olahan, khususnya es krim yang berkualitas,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, Sabtu (11/12). 

Yili Indonesia Dairy merupakan anak usaha dari Yili group asal Tiongkok. Perusahaan pengolahan susu terbesar di Asia dan lima besar di dunia, memiliki kapasitas produksi sebesar 159 ton per hari, dengan proyeksi menghasilkan 4 juta es krim per hari setelah realisasi investasi tahap dua.

“Ekspansi ini juga menambah serapan tenaga kerja. Kami berharap, dari tenaga kerja yang sudah terserap sebanyak 270 orang ini akan terus bertambah sesuai dengan tergetnya yang akan mencapai 5.000 orang,” ujar Agus.

Agus berharap Yili memacu kontribusi industri makanan dan minuman (mamin) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Industri mamin merupakah salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. 

“Industri makanan dan minuman sebagai motor utama kepada pertumbuhan industri pengolahan nonmigas karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang terus meningkat,” jelas Agus.

Meski terkena pandemi Covid-19, industri mamin masih mampu tumbuh 3,49% pada kuartal III Tahun 2021, sejalan dengan pertumbuhan PDB nasional sebesar 3,51%. “Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 38,91% terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya subsektor dengan kontribusi PDB terbesar,” katanya .

Sepanjang Januari-Oktober 2021, ekspor dari industri mamin mencapai US$ 36,9 miliar, naik 52% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 US$ 24,2 miliar. Industri mamin mampu menarik investasi Rp 48,5 triliun hingga kuartal III 2021, dan secara keseluruhan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang.

Adapun Cina saat ini merupakan negara penanam modal terbesar ketiga di Indonesia. Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) melaporkan, Cina menanamkan modalnya sebesar US$ 2,3 miliar ke Indonesia pada Januari hingga September 2021.

 

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait