IHSG Berpotensi Lanjutkan Penurunan, Analis Sarankan Saham Blue Chip

Analis merekomendasikan investor untuk beli saat harga melemah atau buy on weakness saham-saham emiten blue chip pada perdagangan hari ini, seiring IHSG yang diramal masih akan menurun.
Image title
15 Desember 2021, 06:54
IHSG, ihsg hari ini, indeks saham, rekomendasi saham
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Ilustrasi. IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 6.615 seiring dengan kinerja bursa saham Asia lainnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak turun pada perdagangan hari ini, Rabu (15/12). Analis merekomendasikan investor untuk membeli di harga murah atau buy on weakness untuk saham-saham blue chip.  

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, indikator moing average divergence/convergence (MACD) IHSG hari ini berarti, indeks akan menunjukkan tanda awal tren pelemahan. 

Menurut Ivan, indeks akan menuju level support di titik 6.586 setelah melemah pada perdagangan kemarin, Rabu (15/12) di level 6.615. 

"(IHSG) kemungkinan akan rebound jika sudah menyentuh level support tersebut," kata Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova dalam riset, Rabu (15/12). 

Namun, jika IHSG terus menembus level 6.586,  ia memperkirakan level support selanjutnya berada di posisi 6.562 dan 6.528. Sementara itu, titik resistance diperkirakan secara urut ada di level 6.632, 6.653, dan 6.668. 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Namun jika harga terus turun, harga akan membentuk titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar  sehingga laju pertumbuhan harga tertahan. 

Namun demikian, Ivan merekomendasikan aksi hold atau buy on weaknes pada saham PT Aneka Tamang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Menurutnya, keempat saham ini masih dalam tren pelemahan dengan indikator MACD menandakan kondisi bearish (pelemahan). 

Ia juga menyarankan investor untuk hold atau accumulative buy pada PT Astra International Tbk (ASII). Ivan menilai ASII akan mengalami koreksi minor untuk mengawali skenario bullish (penguatan) hari ini. 

Sementara itu, CEO PT Indosurya Bersinar SekuritasWilliam Surya Wijaya memperkirakan indeks berpotensi terkonsolidasi pada perdagangan hari ini, setelah turun pada perdagangan kemarin. Indeks akan bergerak pada rentang 6.542 hingga 6.689.

Konsolidasi adalah peristiwa pada grafik saham yang memberitahu investor bahwa ada keragu-raguan arah pergerakan harga ke depan. Jika hal itu terjadi, kemungkinan harga akan membentuk trend baru, apakah itu uptrend atau downtrend.

"Rilis data perekonomian neraca perdagangan yang akan dilansir hari ini akan turut memberikan warna terhadap pergerakan IHSG," kata dia dalam risetnya.  

Menurut Wiliam, fundamental perekonomian yang terlihat masih cukup kuat masih akan menopang pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Adapun ia merekomendasikan investor untuk memantau saham PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Indofood ICBP Tbk (ICBP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Astra Internasional Tbk (ASII), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun seiring dengan kinerja bursa saham Asia lainnya. Hang Seng Index di Hong Kong turun paling dalam 1,33%, disusul FTSE Bursa Malaysia 0,93%, Nikkei di Jepang 0,73%, Shanghai Index  di Cina 0,53%, dan Kospi di Korea Selatan 0,46%. Hanya Strait Times Index di Singapura yang berhasil naik 0,08%. 

Sementara itu, bursa saham Wall Street tadi malam juga berakhir di zona merah. Nasdaq jatuh 2,8%, sedangkan S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 0,75% dan 0,3%.

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait