Ekonomi Vietnam Tumbuh 2,58% Tahun Ini, Melesu Akibat Lonjakan Corona

Vietnam mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sebesar 2,58%, melambat dibandingkan tahun lalu 2,91% akibat lonjakan kasus Covid-19.
Image title
29 Desember 2021, 14:11
vietnam, pertumbuhan ekonomi, ekonomi vietnam
ANTARA FOTO/REUTERS/Kham/hp/cf
Ekonomi Vietnam mulai pulih pada kuartal keempat dengan pertumbuhan sebesar 5,22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ekonomi Vietnam hanya tumbuh 2,58% pada tahun ini, melambat dibandingkan pertumbuhan pada 2020 yang mencapai 2,91%. Ekonomi negara ini sempat anjlok pada kurtal ketiga tahun ini mencatatkan minus 6,02% secara tahunan akibat lonjakan kasus Covid-19. 

“Pandemi Covid-19 telah meninggalkan dampak serius pada seluruh aspek ekonomi,” kata Biro Statisik Umum seperti dikutip dari Reuters, Rabu (29/12). 

Data yang dirilis Biro Statistik Umum Vietnam pada Rabu (29/12) menunjukkan, ekonomi Vietnam mulai pulih pada kuartal keempat dengan pertumbuhan sebesar 5,22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan hasil survei Bloomberg terhadap para ekonom sebesar 3,7%. 

Ekonomi yang mulai pulih pada tıga bulan terakhir tahun ini seiring mulai dicabutnya sebagian besar pembatasan mobilitas terkait virus Corona. Pemulihan ekonomi antara lain ditopang membaiknya kinerja sektor manufaktur dan ekspor. 

Ekspor Vietnam tumbuh 19% pada tahun ini menjadi US$ 336,25 miliar, sementara hasil produksi industri tumbuh 4,8%. 

Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6% hingga 6,5%. Namun, Fitch memperkirakan, ekonomi negara tersebut mampu tumbuh 8% seiring dengan ekonomi yang mulai pulih dari pandemi. 

Meski demikian, seperti banyak negara lainnya, Vietnam juga dihadapkan pada risiko varian Omicron. Negara ini mencatatkan kasus pertama varian baru ini pada Selasa (28/12) pada seorang yang dikarantina setelah melakukan perjalanan dari Inggris. 

Vietnam hingga kini telah mencatatkan 1,68 juta kasus Covid-19 dengan 31.600 orang meninggal akibat wabah tersebut. Sekitar 70% populasi negara berpenduduk 98 juta orang ini telah menerima vaksinasi lengkap dan pihak berwenang berencana memberikan suntikan booster kepada populasu orang dewasa pada akhir kuartal pertama. 

Biro Statistik Umum Vietnam biasanya merilis data sebelum akhir pelaporan dan datanya sering kali direvisi. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait