Kebijakan Bunga Rendah BI Dinilai Tak Banyak Bantu Pemulihan Ekonomi

Image title
29 Desember 2021, 18:38
BI, suku bunga rendah, pemulihan ekonomi
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga sebanyak 150 basis poin (bps) sejak tahun lalu.

Bank Indonesia kemungkinan masih akan melanjutkan kebijakan suku bunga rendah pada tahun depan. Namun, bank sentral diminta mengevaluasi kebijakan tersebut karena dinilai tidak efektif mendorong pemulihan ekonomi.

"Kebijakan lumbung pangan sejak awal sudah bisa ditebak akan kembali gagal, sebenanrya kebijakan moneter pun mengalami hal yang sama. Jadi, kebijakan BI melakukan pelongaran itu ternyata tidak efektif menggerakkan perkeonomian dan mengulang kegagalan," kata Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah dalam diskusi dengan media, Rabu (29/12)

Bank sentral telah menurunkan suku bunga sebanyak 150 basis poin (bps) sejak tahun lalu. Kendati demikian, transmisinya ke suku bunga kredit justru hanya 117 bps, berbeda dengan penurunan suku bunga tabungan atau dana pihak ketiga (DPK) yang lebih cepat yakni 278 bps. 

Bukan hanya itu, menurut Pieter, penurunan suku bunga kredit lebih banyak dinikmati korporasi-korporasi besar yang kreditnya direstrukturisasi. Kondisi ini menjadi alasan penurunan kredit tidak serta merta mendongkrak daya beli masyarakat.

Piter mengatakan, penurunan suku bunga acuan seharusnya ikut mendorong turun suku bunga kredit yang dirasakan konsumen. Harapannya, konsumsi juga dapat terdorong karena beban bunga pinjaman masyarakat berkurang. 

"Setiap mengalami penurunan suku bunga acuan, tidak ada dampaknya terhadap konsumsi dan juga investasi. Kalau suku bunga kredit tidak turun, minat inevstasi juga nggak naik, " kata Pieter.

Ia menjelaskan penurunan suku bunga acuan biasanya direspons cepat suku bunga deposito, tetapi lambat pada suku bunga kredit.  Kondisi ini yang antara lain menjadi alasan pertumbuhan kredit sangat rendah, bahkan negatif pada tahun lalu. Penyaluran kredit baru tumbuh positif dalam beberapa bulan terakhir tetapi nilainya belum signifikan.

"Kita tidak pernah mencari masalahnya apa, penyebabnya apa, dan solusinya apa sehingga bisa meningkatkan efektivitas kebijakan moneter. Kalau ini tidak diselesaikan,  saya khawatirkan peran kebijakan moneter tidak bisa menjadi lebih baik," kata dia.

Tantangan peran moneter dalam pemulihan ekonomi akan semakin besar pada tahun depan. Ia memperkirakan Bank Indonesia mulai bergerak ke arah hawkis di tahun depan. Dengan langkah moneter yang lebih ketat, kemungkinan suku bunga acuan BI juga naik tahun depan, sehingga perannya menolong perkeonomian semakin terbatas.

"Ketika menurunkan suku bunga saja tidak efektif membantu pertumbuhan ekonomi, apalagi ketika BI menaikan suku bunga," kata Piter.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait