Bank Permata Rampungkan Divestasi Saham Anak Usaha ke Honest Financial

Honest Financial Technologies International Private Limited saat ini memiliki 71,2% saham PT Sahabat Finansial Keluarga (SFK), sedangkan saham Bank Permata tersisa 28,79%.
Image title
30 Desember 2021, 20:20
bank permata, laba bank permata
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Kinerja Bank Permata membaik pada tahun ini. Pada kuartal III 2021, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih mencapai 93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 831 miliar.

PT Bank Permata Tbk merampungkan proses divestasi anak usahanya, PT Sahabat Finansial Keluarga (SFK)  kepada Honest Financial Technologies International Private Limited. 

Proses divestasi ini berjalan sejak 12 Agustus 2021 dengan penandatanganan dua dokumen, yakni Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat antara BNLI dan Honest dan Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat antara SFK dan Honest. 

"Kami berharap Honest dapat menjadi mitra strategis yang membawa pengembangan bisnis SFK di berbagai lini pembiayaan konsumen serta produk keuangan dan jasa pembiayaan yang inovatif," kata Direktur Utama Bank Permata Chalit Tayjasanant dalam siaran pers, Kamis (30/12). 

Proses divestasi dilakukan melalui penerbitan saham baru oleh SFK. Honest membeli sebagian besar saham baru sehingga kepemilikannya di SFK mencapai 71,21% dan kepemilikan BNLI terdilusi menjadi 28,79%. 

Bank Permata mengakuisisi SFK pada 8 Desember 2010 dengan membeli saham pengendali sebanyak 99,99%. SFK merupakan perusahaan pembiayaan yang memanfaatkan jaringan penjualan di lima kota besar, yakni Jakarta,Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar. 

Pada tahun ini, SFK memberikan dividen kepada BNLI senilai Rp 193,99 miliar. Dividen itu diberikan dengan dua tahap, yakni senilai Rp 93,99 milia pada akhir Juni 2021 dan Rp 99,99 miliar pada akhir Desember 2021. 

Kinerja Bank Permata membaik pada tahun ini. Pada kuartal III 2021, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih mencapai 93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 831 miliar. Dana pihak ketiga perseroan tumbuh 12,33% menjadi  Rp 145,56 triliun, sedangkan  kredit tumbuh 4.76% menjadi Rp 108,43 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau  non performing loan (NPL) perseroan secara netto juga membaik dari posisi 1,48% pada September 2020 menjadi 0,87%. 

Berdasarkan data Stockbit, saham BNLI sepanjang tahun ini anjlok 41,86% ke posisi Rp 1.535 per saham pada hari ini. Ini merupakan level terendah saham BNLI sepanjang 2021. 

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait