Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada 2021 Cetak Rekor Rp 358 Triliun

Penghimpunan dana di pasar modal pada tahun lalu sebesar Rp 358 triliun merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Image title
1 Januari 2022, 09:21
pasar modal, ojk
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Penghimpunan dana di pasar modal pada tahun lalu naik 201,95% dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 118,70 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 358,4 triliun sepanjang tahun lalu. Realisasi itu menjadi rekor tertinggi penghimpunan dana di pasar modal sepanjang sejarah. 

"Pertumbuhan ini juga diiringi dengan penambahan emiten baru,"  dalam keterangan resmi, Jumat (31/12). 

Berdasarkan catatan OJK, penghimpunan dana di pasar modal pada tahun lalu naik 201,95% dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 118,70 triliun atau naik 114.81% dibandingkan akhir 2019 Rp 166,85 triliun. Mayoritas penghimpunan dana digunakan sebagai modal kerja emiten. 

Jumlah emisi efek yang ada di pasar modal hingga 24 Desember 2021 mencapai 192 unit atau naik 13,61% secara tahunan dari 169 unit. Capaian ini juga naik 7.26% dari masa pra-pandemi atau pada 2019 sebanyak 179 unit. 

Advertisement

Adapun terdapat  55 emiten baru yang terdaftar di bursa pada sepanjang tahun lalu sehingga total kini terdapat 766 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.  

Sementara itu, OJK mencatat nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp 577,41 triliun hingga 21 Desember 2021. Capaian ini diikuti dengan pertumbuhan jumlah investor domestik. 

"Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih baik," tulis OJK. 

Jumlah dana kelolaan reksa dana naik 136% secara tahunan dari Rp 6,58 triliun menjadi Rp 15, 51 triliun. Reksa dana dengan dana kelolaan terbesar adalah pendapatan tetap mencapai Rp 5,85 triliun, sedangkan reksa dana dengan investor terbanyak adalah pasar uang mencapai 1,67 juta investor. 

Hingga 28 Desember 2022, jumlah investor pasar modal telah naik 92,7% secara tahunan menjadi 7,47 juta orang dari 3,88 juta orang. Sementara itu, jumlah investor saham naik 103,37% menjadi 3,44 juta orang. 

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) penjualan produk pasar modal melalui selling agent (SA) perusahaan teknologi finansial (Tekfin) dinilai akan terus berkontribusi dalam meningkatkan jumlah investor. Pada tahun ini, sebanyak 5,53 juta investor memiliki rekening di SA Tekfin. 

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi sebelumnya mengatakan jumlah investor di pasar modal dapat menyentuh level 10 juta orang pada 2022. Dengan kata lain, BEI memproyeksikan jumlah investor dapat tumbuh 33.86% secara tahunan. 

"Room to grow-nya masih jauh dan saya optimis ke depannya ini masih cukup besar, sedangkan dari sisi presentasi tidak akan sebesar sekarang. Dari sisi absolut, saya yakin akan lebih besar," kata Inarno dalam konferensi pers Penutupan Perdagangan BEI 2021, Kamis (30/12). 

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, digitalisasi telah menciptakan efisiensi dalam menumbuhkan jumlah investor dan jumlah transaksi. Pada saat yang sama, generasi milenial dan Z sangat sensitif terhadap perubahan harga. 

"Jadi, kami ditantang bagaimana efisiensi industri ini (meningkat) agar peningkatan transaksi bertambah," kata Uriep. 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait