Blackberry Suntik Mati OS, Begini Nasib Penggunanya

Pengguna sistem operasi Blackberry tidak akan lagi dapat menggunakan data, melakukan panggilan telepon, mengirim pesan teks, bahkan panggilan darurat.
Image title
10 Januari 2022, 09:35
blackberry, pengguna blackberry
Agung Samosir (Katadata)
BlackBerry pertama kali merilis ponsel pintar seri 850 pada 1999. Perangkat BlackBerry menggabungkan papan ketik fungsional QWERTY dengan fasilitas e-mail, yang menjadi pembuka era modern smartphone.

Produsen ponsel BlackBerry telah menghapus sistem operasi atau operating system (OS) utamanya, BlackBerry OS dan BlackBerry PlayBook OS sejak pekan lalu (4/1). Penggunanya tidak akan bisa lagi menggunakan layanan dari  OS tersebut.

Dikutip dari CNET, pengguna OS BlackBerry tidak akan lagi menggunakan data, melakukan panggilan telepon, mengirim pesan teks, bahkan melakukan panggilan darurat.

Penghentian layanan itu juga berlaku bagi pengguna dengan alamat email yang di-hosting BlackBerry. Penghentian layanan juga terjadi pada email yang dialihkan dari platform lain. 

Pengguna bisnis dengan Enhanced Sim Based License (ESBL) atau Identity Based License (IBL) pun ikut terdampak. Pengguna yang memakai aplikasi seperti BlackBerry Link, BlackBerry Desktop Manager, BlackBerry World, BlackBerry Protect, BlackBerry Messenger, hingga BlackBerry Blend akan mendapatkan layanan terbatas.

Advertisement

Namun demikian, pengguna perangkat BlackBerry yang menjalankan OS Android dari Google masih bisa beroperasi seperti biasa. Hanya saja, operasionalnya tidak berlaku jika pengguna menerima email yang di-hosting oleh BlackBerry.

Pada layanan BBM Enterprise dan BBM Enterprise for Individual Use, BlackBerry masih menyediakan layanan bagi pengguna di platform lain. BlackBerry juga akan menghapus data penggunanya yang sudah tidak lagi dipakai.

"Data akan dimusnahkan, dihapus atau dianonimkan," kata perusahaan dikutip dari CNET akhir pekan lalu (7/1).

Adapun jika pengguna masih membutuhkan data yang tersimpan, dapat menghubungi layanan [email protected] untuk memindahkannya. BlackBerry menyarankan pengguna untuk menggunakan ponsel baru.  

 

BlackBerry pertama kali merilis ponsel pintar seri 850 pada 1999. Perangkat BlackBerry menggabungkan papan ketik fungsional QWERTY dengan fasilitas e-mail, yang menjadi pembuka era modern smartphone. 

Lantaran memiliki sistem operasi dengan keamanan tinggi, para penggunanya tersebar di mana-mana, mulai dari  kereta komuter, restoran, hingga rumah. Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahkan setia memakai perangkat BlackBerry, sebelum akhirnya dikabarkan beralih pada Samsung awal tahun ini.

BlackBerry mulai mendapat saingan seiring peluncuran iphone oleh Apple pada 2007. Perangkat ini menggunakan layar sentuh (touchscreen) serta memperkenalkan lapak aplikasi App Store. 

Para konsumen awalnya menyatakan tidak ingin meninggalkan BlackBerry dengan keyboard dan kemudahannya. Namun, daya tarik ragam aplikasi akhirnya menyedot para pengguna ponsel untuk berpangkat kepada perangkat ponsel berbasiskan Android maupun iOS. 

"Ini sudah tak terelakkan. Mereka (BlackBerry) tidak memiliki jumlah yang banyak untuk bisa mempertahankan keuntungan," ujar seorang analis Bloomberg Intelligence, Matthew Kanterman.  

Di Tanah Air, produk-produk BlackBerry mulai banyak dikenal di sejak 2007. Dua yang terkenal yakni Curve dan Bold. Curve diluncurkan pada 2007 dengan tipe 8300, yang memiliki kamera 2 megapiksel, trackball, dan resolusi layar 320 x 240. Harganya relative murah, namun memiliki beragam fitur.

Tahun berikutnya, BlackBerry meluncurkan Pearl Flip dan Bold. Ponsel Bold tipe 9000 memiliki format yang lebih luas dibanding Curve. Bold diminati pengguna karena menawarkan eksklusivitas. Ponsel itu dibalut kulit dengan kesan chic.

BlackBerry pun pada akhirnya menghapus OS mereka pada pekan lalu. "Kami berterima kasih kepada banyak pelanggan dan mitra setia kami selama bertahun-tahun," kata perusahaan dikutip dari The Economic Times pada pekan lalu (3/1).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait