Citigroup Jual Bisnis Konsumer di 4 Negara ke UOB, Termasuk Indonesia

Transaksi penjualan bisnis konsumer Citigroup ke UOB mencakup seluruh bisnis retail banking dan kartu kredit, tetapi tidak termasuk bisnis institutional banking.
Image title
14 Januari 2022, 09:58
citigroup, citibank, uob
Reuters
Perjanjian transaksi penjualan bisnis konsumer Citigroup mencakup seluruh karyawan Citi yang terkait dengan bisnis yang akan diakuisisi.

Citigroup Inc sepakat untuk menjual bisnis perbankan segmen konsumer di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam kepada United Overseas Bank Ltd (UoB). Transaksi ini mencakup seluruh bisnis retail banking dan kartu kredit, tetapi tidak termasuk bisnis institutional banking. 

Perjanjian ini mencakup seluruh karyawan Citi yang terkait dengan bisnis yang akan diakuisisi. Saat ini, terdapat 5.000 karyawan consumer banking dan mendukung yang diharapkan pindah ke UOB setelah penutupan transaksi ini. 

Kami yakin bahwa UOB, dengan budaya yang kuat dan ambisi regional yang luas, akan memberikan peluang yang sangat baik dan tempat bekerja jangka panjang bagi rekan-rekan consumer banking kami di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam,” ujar CEO Citi Asia Pasifik Peter Babej dalam siaran pers yang diterima Katadata.co.id 

Peter menjelaskan, pihaknya ke depan akan terus mengembangkan bisnis lainnya, terutama institusional banking di seluruh Asia Pasifik. Citi akan tetap berkomitmen dan fokus untuk melayani para klien institusional baik secara lokal, regional, dan global.

Advertisement

Adapun UOB akan melakukan pembayaran tunai kepada Citi untuk aset dari bisnis yang akan diakuisisi sesuai dengan penyesuaian penutupan biasa ditambah premi sebesar US$ 690 juta atau secara Rp 9,87 trilliun. 

Setelah rampung, Citi berharap agar transaksi tersebut bisa melepas sekitar US$ 1,2 milyar atau setara dengan Rp. 17,2 trilun dari TCE (tangible common equity) yang dialokasikan, serta peningkatan TCE sekitar US$ 200 juta atau setara dengan Rp. 2,86 triliun.

Citigroup sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk keluar dari bisnis consumer banking di 13 pasar di seluruh Asia Pasifik dan EMEA. Mealui aksi ini Citigroup diperkirakan akan melepaskan sekitar US$ 7 milliar atau setara dengan Rp. 100,1 triliun dari TCE yang dialokasikan dari waktu ke waktu. 

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menjelaskan bahwa transaksi ini merupakan hasil positif bagi klien, kolega, dan perusahaan kami. Citi berkomitmen untuk menjaga agar transaksi berjalan mulus, termasuk selama masa transisi hingga transaksi selesai.

"Tidak akan ada perubahan dalam layanan yang diberikan kepada klien consumer banking kami. Indonesia tetap menjadi pasar penting bagi Citi secara global dan kami tetap berkomitmen dan fokus untuk melayani klien institusional secara lokal, regional, dan global seperti yang telah kami lakukan sejak 1968," kata Batara. 

UOB dipilih oleh Citi melalui proses lelang yang ekstensif dan kompetitif. Citi akan berupaya agar transaksi berjalan mulus, termasuk selama masa transisi hingga transaksi selesai, tidak akan ada perubahan dalam layanan yang diberikan kepada klien consumer banking kami.

Penyelesaian divestasi di masing-masing negara tidak akan tergantung pada penyelesaian divestasi di negara lainnya tetapi pada persetujuan pihak regulator di masing-masing negara. Unit Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) Citi bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk Citi terkait dengan transaksi ini.

UOB juga rencananya akan menggelar konferensi pers terkait aksi korporasi ini pada hari ini. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait