Dana Pemda Rp 113 T Menganggur di Perbankan Hingga Akhir 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyesalkan besarnya dana Pemda yang menganggur di bank di tengah upaya pemerintah pusat untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi.
Image title
19 Januari 2022, 16:27
dana pemda, pemda, dana pemda menganggur, sri mulyani
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Saldo Pemda di perbankan pada Desember 2021 merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kementerian Keuangan mencatat dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengendap di perbankan pada akhir tahun ini mencapai Rp 113,38 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyesalkan besarnya dana Pemda yang menganggur di bank di tengah upaya pemerintah pusat untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi.

"Pada tahun 2021, transfer ke daerah tumbuh 3% tetapi account Pemda di perbankan pada akhir tahun masih Rp 113 triliun," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (19/1).

Simpanan Pemda di perbankan di Desember 2021 turun 44% atau Rp 90,57 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan tren yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. Simpanan Pemda selalu menyusut menjelang tutup tahun setelah mencapai puncaknya di sepanjang September-November.

Saldo Pemda di perbankan pada Desember 2021 merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Jumlahnya naik 20,6% atau Rp 19,41 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Sementara jika dibandingkan 2019, ada kenaikannya sebesar 11,7% atau Rp 11,86 triliun.

Advertisement

"Ini yang saya selalu  katakan kalau pusat ingin dengan shock besar melakukan countercyclical ngegas, transfer daerah yang memegang peranan hampir sepertiga dari belanja kita bisa meredam dampak ekonomi," kata Sri Mulyani.

Dalam bahan paparannya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa masih tingginya simpanan di bank mengindikasikan kurang optimalnya pelayanan kepada masyarakat. Hal ini karena dana tersebut harusnya dibelanjakan untuk pelayanan publik dan pembangunan.

Pemda di wilayah Jawa Timur memiliki simpanan terbanyak di perbankan mencapai Rp 16,99 triliun pada Desember 2021. Sementara Pemda di wilayah Sulawesi Barat mencatatkan simpanan terendah  sebesar Rp 331,18 miliar.

Meski masih cukup tinggi, simpanan Pemda di perbankan selama tahun 2021 relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Saldo Pemda bahkan sempat mencapai Rp 247,45 triliun pada Oktober 2020.

Sri Mulyani menyasalkan kondisi tersebut. Besarnya dana menganggur di bank pada 2020 terjadi saat pemerintah pusat berusaha mengurangi beban pandemi pemerintah daerah.  Mayoritas penerimaan daerah berasal dari transfer DAU dan DBH yang dihitung dari persentase terhadap penerimaan dalam negeri (PDN) Neto.

"Penerimaan kita pada 2020 itu kontraksinya jauh banget tapi yang kita pass-through atau bebannya bagi dengan transfer ke daerah hanya turun 6%," kata Sri Mulyani.

Selain Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo juga sempat menyoroti tingginya simpanan di bank. Mantan Wali Kota Solo itu pun menyentil pemda yang sibuk mengejar investor ketimbang membelanjakan anggarannya.

"Lha, uang kita sendiri aja tidak digunakan kok ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya nggak kena," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di The Ritz Carlton akhir November lalu.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait