Investasi Asing Global Melonjak 77% Tahun Lalu, tapi Tak Merata

Laporan terbaru UNCTAD mencatat, investasi langsung global melonjak 77% dari US$ 929 miliar pada 2020 menjadi US$ 1,65 triliun pada 2021.
Image title
21 Januari 2022, 12:15
Investasi asing, modal asing, aliran modal asing
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Kenaikan arus masuk investasi asing terutama terjadi di Cina mencapai 20% pada tahun lalu dan memecahkan rekor US$ 179 miliar.

Laporan terbaru Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) mencatat, aliran investasi asing langsung global melonjak 77% dari US$ 929 miliar pada 2020 menjadi US$ 1,65 triliun pada 2021. Namun, UNCTAD melihat aliran investasi tersebut belum merata. 

Dalam Investment Trends Monitor terbaru yang diterbitkan UNCTAD pada Rabu (19/1) memperkirakan pemulihan ekonomi belum merata. Pembiayaan infrastruktur naik karena paket stimulus pemulihan, tetapi aktivitas greenfield investment tetap lemah di seluruh sektor industri.

Greenfield investment adalah investasi dalam bentuk pendirian unit-unit produksi baru di mana modal asing sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan atau investor asing di negara penerima investasi tersebut

“Dari total peningkatan arus FDI global pada tahun 2021, lebih dari US$500 miliar dolar AS ada di negara maju. Ekonomi berkembang, terutama negara-negara kurang berkembang (LDC) melihat pertumbuhan pemulihan yang lebih moderat," demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Advertisement

Laporan tersebut mencatat, pemulihan arus investasi ke negara-negara berkembang menggembirakan. "Tetapi, stagnasi investasi baru di negara-negara kurang berkembang di industri yang penting untuk kapasitas produktif, dan sektor-sektor utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) - seperti listrik, makanan atau kesehatan - menyebabkan kekhawatiran," kata Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan, seperti t dikutip dari Antara. 

Laporan ini mengatakan kepercayaan investor di sektor infrastruktur sangat kuat, didukung oleh kondisi pembiayaan jangka panjang yang menguntungkan, paket stimulus pemulihan, dan program investasi luar negeri. Sebaliknya, kepercayaan investor terhadap industri dan rantai nilai global masih lemah. Pengumuman proyek greenfield investment praktis datar.

Kenaikan arus masuk investasi asing terutama terjadi  di Cina mencapai 20% pada tahun lalu dan memecahkan rekor US$ 179 miliar.

UNCTAD melihat prospek FDI global pada tahun ini akan positif. Namun, pertumbuhan pesat pada 2021 tidak akan terulang pada tahun ini.  "Investasi baru di bidang manufaktur dan rantai nilai global tetap pada tingkat yang rendah, sebagian karena dunia berada dalam gelombang pandemi COVID-19 dan karena meningkatnya ketegangan geopolitik," kata James Zhan, direktur investasi dan perusahaan di UNCTAD.

Selain itu, Zhan menilai butuh waktu untuk investasi baru terjadi.  Ada jeda waktu antara pemulihan ekonomi dan pemulihan investasi baru di bidang manufaktur dan rantai pasokan

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait