Rupiah Melemah 14.839/US$ Jelang Rilis Data Inflasi Pekan Ini

Rupiah pagi ini berbalik melemah setelah penguatan kemarin di tengah penantian pasar terhadap data inflasi domestik pekan ini yang diramal naik.
Abdul Azis Said
28 Juni 2022, 10:07
rupiah, rupiah hari ini, dolar, inflasi
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Kurs rupiah dibuka melemah 31 poin ke level Rp 14.828 per dolar AS di pasar spot pagi ini.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 31 poin ke level Rp 14.828 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah berbalik melemah setelah penguatan kemarin di tengah penantian pasar terhadap data inflasi domestik pekan ini yang diramal kembali naik.

Mengutip Bloomberg, rupiah melanjutkan pelemahan ke Rp 14.839 pada pukul 10.00 WIB. Ini semakin menjauh dari posisi penutupan kemarin yang berhasil terapresiasi ke level Rp 14.797 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi terhadap dolar AS pagi ini. Pelemahan juga dialami yuan Cina 0,13% bersama dolar Taiwan 0,17% dan won Korsel 0,02%. Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,18% bersama dolar Singapura 0,02%, dolar Hong Kong 0,01%, peso Filipina 0,05%, ringgit Malaysia 0,16% dan baht Thailand 0,24%, dan rupee India stagnan.

 

Advertisement

 

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak datar dengan kecenderungan melemah di tengah mulai meredanya sentimen risk on oleh pasar. Ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp 14.725-Rp 15.875 per dolar AS. 

"Pelaku pasar juga mengantisipasi data inflasi Jumat ini yang diperkirakan naik ke kisaran 4% secara tahunan, memberi tekanan pada Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga," kata Lukman kepada Katadata.co.id, Selasa (28/6).

Seperti diketahui, BI masih terus memperhatikan data inflasi inti sebelum akhirnya mengerek bunga acuannya yang sampai saat ini masih dipertahankan di level terendah 3,5%.

Berbeda dengan Lukman, analis pasar uang Ariston Tjendra lebih optimistis melihat rupiah masih bisa melanjutkan penguatan hari ini di tengah sentimen positif terhadap aset berisiko. Ia memperkirakan rupiah bisa menguat ke arah Rp 14.770, dengan potensi pelemahan ke kisaran Rp 14.830 per dolar AS.

Sejumlah indeks saham Asia masih terpantau menguat pagi ini. Nikkei 225 Jepang menguat 0,44% bersama Nifty 50 India 0,85%, Thai Set 50 Thailand 0,88% dan PSEi Filipina 0,21%, sementara lainnya berbalik melemah. Optimisme pasar terhadap aset berisiko ini bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah. 

"Pergerakan dolar AS juga secara umum bergerak stabil dan sedikit tertekan terhadap nilai tukar utama dunia," kata Ariston.

Di sisi lain, rupiah juga masih rentan melemah karena faktor-faktor yang melemahkan seperti sentimen kenaikan bunga the Fed yang agresif, kekhawatiran terhadap inflasi dan resesi belum hilang. 

"Indonesia sendiri dihadapkan oleh kenaikan harga-harga pangan yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi," kata Ariston.



Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait