Utang Kartu Kredit Orang Amerika Naik Rp 690 T dalam 3 Bulan

The Fed New York mencatat utang kartu kredit orang Amerika Serikat naik US$ 46 miliar atau sekitar Rp 690 triliun pada April-Juni 2022, antara lain karena imbas inflasi.
Agustiyanti
3 Agustus 2022, 18:44
amerika serikat, utang amerika, kartu kredit, utang kartu kredit, resesi ekonomi, resesi amerika
ANTARA FOTO/REUTERS/David Ryder/ama/dj
Ilustrasi. Sepanjang tahun lalu, utang kartu kredit orang-orang Amerika Serikat telah bertambah US$ 100 miliar atau 13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Orang-orang Amerika Serikat menumpuk utang kartu kredit mereka untuk mengimbangi tingginya biaya hidup. The Federal Reserve New York mencatat, utang rumah tangga AS telah melampaui US$ 16 triliun atau Rp 240 kuadriliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) untuk pertama kalinya pada kuartal kedua tahun ini. 

The Fed menyebut saldo kartu kredit meningkat US$ 46 miliar atau sekitar Rp 690 triliun selama April-Juni 2022. Sepanjang tahun lalu, utang kartu kredit telah bertambah US$ 100 miliar atau 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini merupakan yang  tertinggi dalam 20 tahun terakhir. 

Kartu kredit biasanya membebankan suku bunga tinggi saat tagihan tak dibayar lunas ketika jatuh tempo. Salah satu jenis utang perbankan yang memiliki biaya mahal. Kanaikan utang kartu kredit ini bahkan terjadi di tengah biaya pinjaman yang semakin mahal karena The Fed telah menaikkan bunga acuannya secara agresif. 

The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar tiga perempat poin persentase minggu lalu, menyusul kenaikan yang sama pada Juni. Sepanjang tahun ini, The Fed telah menaikkan bunga sebesar 2,25%.

Advertisement

The Fed New York mengatakan, peningtakan utang kartu kredit ini mencerminkan dampak dari inflasi atau kenaikan harga yang mencapai level tertinggi dalam empat dekade terakhir. 

"Dampak inflasi terlihat jelas dalam volume pinjaman yang tinggi," kata peneliti The Fed New York dikutip dari CNN, Rabu (3/8). 

Data The Fed juga menunjukkan bahwa tidak hanya saldo kartu kredit yang meningkat, orang Amerika membuka 233 juta rekening kartu kredit baru selama kuartal kedua, terbesar sejak 2008.

Inflasi yang tinggi juga memaksa konsumen untuk menabung. Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja, tingkat tabungan pribadi turun di bulan Juni menjadi 5,1%, terendah sejak Agustus 2009. 

Meskipun tingkat utang meningkat, The Fed melihat neraca konsumen tampaknya berada dalam "posisi yang kuat" secara keseluruhan. Sebagian besar peningkatan 2% kuartal-ke-kuartal dalam utang rumah tangga AS menjadi US$16,2 triliun didorong oleh lonjakan pinjaman hipotek atau KPR. Saldo pinjaman mahasiswa sedikit berubah menjadi US$1,6 triliun.

Pada umumnya, orang Amerika terus membayar utang sesuai jadwal pada kuartal terakhir, cerminan dari pasar kerja yang sangat kuat. The Fed New York mengatakan, perubahan utang saat ini menjadi tunggakan tetap "secara historis sangat rendah," meskipun sudah meningkat sedikit.

"Meskipun saldo utang tumbuh pesat, rumah tangga secara umum telah melewati pandemi dengan sangat baik," kata The Fed dalam laporan itu.

The Fed memberikan catatan, ada  bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah federal selama awal Covid-19.

Namun, ada petunjuk bahwa beberapa peminjam berpenghasilan rendah dan peminjam subprime sekarang berjuang untuk memenuhi tagihan mereka. Laporan tersebut menemukan bahwa tingkat pembiayaan bermasalah untuk kartu kredit dan kredit mobil "meningkat", terutama di daerah berpenghasilan rendah.

"Dengan kebijakan yang mendukung pandemi sebagian besar di masa lalu, ada kelompok peminjam yang mulai menunjukkan kesulitan pada utang mereka," kata laporan itu.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait