Ekonomi Inggris Resesi, Warga Terbelit Utang dan Kehabisan Tabungan

Ekonomi Inggris disebut memasuki jurang resesi ekonomi dan menuju ke periode stagflasi atau kondisi stagnansi ekonomi berbarengan dengan inflasi tinggi.
Agustiyanti
4 Agustus 2022, 15:15
resesi, ekonomi inggris, ekonomi inggris resesi
ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley/AWW/dj
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meninggalkan Downing Street, di London, Inggris, Kamis (26/5/2022). Ekonomi Inggris disebut sudah memasuki jurang resesi.

Ekonomi Inggris memasuki jurang resesi akibat biaya hidup yang meningkat tajam dan memberikan tekanan keuangan terhadap masyarakat di negara tersebut. Negara ini kini juga disebut sedang menuju periode stagflasi. 

"Ekonomi Inggris sedang menuju ke periode stagflasi dengan inflasi tinggi dan resesi memukul ekonomi secara bersamaan," kata Stephen Millard, wakil direktur makroekonomi NIESR.

Dalam riset yang dilakukan National Institute of Economic and Social Research, ditemukan bahwa rata-rata pendapatan nyata yang dapat dibelanjakan masyarakat Inggris akan turun 2,5% pada tahun ini, kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Belanja rumah tangga juga diperkirakan akan berada 7% di bawah tingkat belanja sebelum Covid-19 hingga 2026.

Riset tersebut menyebutkan rumah tangga yang hidup dari gaji ke gaji akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 7 juta pada 2024. Ini termasuk 5,3 juta rumah tangga yang diperkirakan tak akan memiliki tabungan sama sekali. Mereka terpaksa berutang atau menunggak karena tagihan energi yang melonjak menghabiskan pendapatan mereka.

Advertisement

Peringatan resesi, yang menurut NIESR dimulai pada kuartal ini dan akan berlanjut hingga awal 2023, adalah pengingat nyata dari tantangan perdana menteri baru yang akan dipilih untuk menggantikan Boris Johnson. Para ekonom mengatakan kedalaman krisis akan memaksa pemerintah untuk merespons, menyarankan tujuan yang ditetapkan dan diperlukan alih-alih pendekatan manajemen keuangan yang sudah dilakukan di masa lalu.

Riset ini juga menandai perhitungan yang menunjukkan kesenjangan ekonomi antara London dan seluruh Inggris semakin melebar. 

Lembaga think tank menyarankan agar pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat Inggris yang paling rentan untuk menghadapi inflasi harga konsumen yang diperkirakan naik 11% tahun ini. Inflasi harga eceran, ukuran yang lebih luas yang digunakan untuk menetapkan kenaikan tarif kereta api dan biaya bunga pemerintah, akan mencapai 17,7%, tertinggi sejak 1980,

Lembaga ini pun melihat Bank of England menaikkan suku bunga menjadi 3% tahun depan untuk merespons inflasi. Pengangguran akan naik di atas 5% karena permintaan turun, menurut proyeksi.

"Sekarang terserah kepada Komite Kebijakan Moneter untuk memastikan inflasi turun tahun depan dan Kanselir baru untuk mendukung rumah tangga yang paling terpengaruh oleh resesi dan tekanan biaya hidup," kata Millard.

Adapun dalam pertemuan bulan ini, Bank Sentral Inggris diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 1995 di tengah risiko resesi ekonomi yang meningkat

Sebagian besar investor dan ekonom memperkirakan BoE akan meningkatkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 1,75%, level tertinggi sejak akhir 2008. Inflasi Inggris telah menembus 9% dan diperkirakan mencapai 15% pada 2023 akibat dampak perang Rusia dan Ukraina. 

 

BoE, yang telah menaikkan biaya pinjaman lima kali sejak Desember, mengatakan pada Juni akan bertindak tegas jika tekanan inflasi menjadi lebih persisten.Sejak itu, ekspektasi inflasi di kalangan publik telah sedikit mereda dan rencana penetapan harga perusahaan juga telah dimoderasi.

Kondisi ini berpotensi memberi Komite Kebijakan Moneter sebuah kasus untuk tetap berpegang pada pergerakan suku bunga seperempat poin, terutama di tengah kondisi resesi. Namun, tekanan pada Gubernur Andrew Bailey dan rekan-rekannya telah meningkat setelah kenaikan suku bunga besar oleh Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa dan bank sentral lainnya, melemahkan poundsterling yang dapat kembali mendorong inflasi.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa lebih dari 70% dari 65 ekonom memperkirakan kenaikan 50 bps. Meski demikian, sebagian memperkirakan BoE akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Tanda-tanda perlambatan ekonomi dunia berlipat ganda, inflasi inti turun dalam data terbaru, dan perkiraan baru bank sentral pada hari Kamis kemungkinan akan menunjukkan inflasi turun tajam dalam waktu dua dan tiga tahun.

Dalam perkiraan terakhirnya pada Mei, BoE mengatakan ekonomi Inggris tidak akan tumbuh hingga paling tidak pada 2025.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait