IHSG Diprediksi Naik Hari Ini, Berikut Pilihan Saham Analis

Indeks berpotensi naik ditopang fundamental perekonomian yang masih bagus, antara lain terlihat dari data aliran modal asing yang masih masuk di pasar modal.
Patricia Yashinta Desy Abigail
16 Agustus 2022, 06:41
ihsg, saham, indeks, aliran modal asing
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Petugas membersihkan dinding di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6/2022). IHSG ditutup melemah 96,18 poin atau 1,34 persen ke level 7.086,65.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi naik pada perdagangan Selasa (16/8). Indeks berpotensi naik ditopang fundamental perekonomian yang masih bagus, antara lain terlihat dari data aliran modal asing masuk. 

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG akan bertengger di zona hijau dan bergerak dalam rentang 7.002 - 7.223 pada hari ini. Pergerakan indeks dipengaruhi oleh data fundamental ekonomi dan pergerakan rupiah. 

"Peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar, mengingat capital inflow yang tercatat masih masuk ke pasar modal secara year to date. Hari ini IHSG berpotensi bergerak di zona hijau,”kata William dalam risetnya, dikutip Selasa (16/8). 

William merekomendasikan investor memantau saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA),  PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT  Pakuwon Jati Tbk (PWON). 

Advertisement

Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan titik resistance IHSG hari ini akan berada di 7.200, 7232, dan 7.258, sedangkan titik support dapat menyentuh 7.082, 7.022 and 6.944. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan pun merekomendasikan investor untuk hold or buy on weakness saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di harga 1.560-1.590 dan hold atau take profit sebagian pada saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di 7.150. Ia juga menyarankan buy on weakness untuk saham PT Timah Tbk (TINS) di 1.470-1.500, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di harga 4.350-4.400, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di harga 4.630-4.670. 

IHSG berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (15/8), dengan penurunan sebesar 0,43% ke level 7.093,27.   Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume saham yang diperdagangkan mencapai 26,48 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,97 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.316.779 kali. 

Sebanyak 294 saham bergerak melemah, 240 saham lainnya menguat dan 169 saham bergerak mendatar. Adapun, posisi  kapitalisasi pasar IHSG berada di posisi Rp 9.318,93 triliun.  

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait