OJK Terima 8.771 Pengaduan, Paling Banyak soal Restrukturisasi Kredit

OJK mencatat pengaduan paling banyak terkait dengan restrukturisasi kredit dan pembiayaan.
Agustiyanti
8 September 2022, 18:53
OJK, mahendra siregar
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kanan) bersiap menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah menerima 8.771 pengaduan dari masyarakat. Mayoritas atau 99,5% dari total pengaduan berasal  terkait sektor industri keuangan nonbank (IKNB) dan perbankan.

"Pengaduan ini terdiri atas 50% pengaduan sektor IKNB dan 49,5% sektor perbankan, sisanya mengenai pasar modal," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (8/9). 

Ia menjelaskan, topik pengaduan terbanyak adalah terkait restrukturisasi kredit atau pembiayaan, perilaku petugas penagihan, dan layanan informasi keuangan. Adapun tingkat penyelesaian per Agustus 2022 mencapai 85,66%.

OJK hingga saat ini telah memberikan 199.111 layanan perlindungan konsumen melalui berbagai kanal. Selain itu, menurut Mahendra, OJK juga telah memberikan berbagai edukasi keuangan secara masif, yakni melalui tatap muka dan daring atau online.

Advertisement

Menurut Mahendra, edukasi keuangan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian, lembaga, maupun pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, edukasi keuangan dilaksanakan dengan optimalisasi peran 408 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam program kredit atau pembiayaan melawan rentenir (K/PMR), satu rekening satu pelajar (KEJAR), serta program business matching atau temu bisnis lainnya.

"Program K/PMR telah menjangkau 337.490 debitur senilai Rp4,4 triliun, sedangkan program KEJAR sudah menjangkau hampir 50 juta rekening atau 77,6 persen pelajar tabungan dengan nilai Rp27,7 triliun," tutur mantan Menteri Luar Negeri itu.

 

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait