Masyarakat Ganti Kendaraan Listrik, Ini Subsidi yang Bisa Dihemat

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menyebut penggunaan kendaraan listrik untuk menggantikan kendaraan bensin dapat mengurangi impor dan subsidi BBM.
Agustiyanti
18 Oktober 2022, 06:15
kendaraan listrik, emisi karbon, nol emisi karbon
ANTARA FOTO/Henry Purba/wsj.
Ilustrasi. Pemerintah tengah membangun ekositem kendaraan listrik untuk mendorong tercapainya target nol emisi karbon.

Pemerintah tengah membangun ekosistem kendaraan listrik sebagai salah satu inisiatif untuk mengejar target nol emisi karbon pada 2060. Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan, pengembangan kendaraan listrik akan membantu mengurangi impor dan menghemat subsidi Bahan Bakar Mineral (BBM). 

"Dengan mendorong orang untuk menggeser dari BBM ke kendaraan listrik, kita bisa menghemat subsidi Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta orang per tahun," ujar Pahala dalam SOE Conference di Jakarta, Senin (17/10). 

Pahala menjelaskan, pemerintah saat ini terus membangun infrastruktur kendaraan listrik, salah satunya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pengembangan fasilitas produksi motor listrik juga ditingkatkan mengingat kemampuan Indonesia dalam memproduksinya masih terbatas.

Dia juga memastikan pemerintah terus mendorong pihak-pihak yang memiliki minat terhadap pembangunan ekosistem Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) alias Battery Swapping Station (BSS) sebanyak mungkin. 

Advertisement

Pahala mengatakan, pembangunan SPKLU sangat potensial. Ia juga menilai pentingnya ketersediaantiga pilihan penyediaan SPKLU mulai dari medium chargingfast charging, hingga ultra fast charging. Menurut dia, Bali menjadi salah satu wilayah yang memiliki infrastruktur cukup banyak SPKLU untuk menunjang penggunaan kendaraan listrik. 

"Kita bisa melihat bagaimana fast charging station yang dibangun oleh PLN di sini, juga sudah bisa menggunakan aplikasi PLN Mobile dan juga pembayarannya juga sangat mudah," kata dia.

PLN saat ini sudah membangun 66 SPKLU untuk membangun KTT G20. Stasiun-stasiun pengisian bahan bakar listrik ini untuk menunjang 936 unit mobil listrik, 30 unit bus listrik, dan 290 unit motor listrik selama kegiatan KTT G20  di Nusa Dua pada 15-16 November 2022.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan,pengembangan kendaraan listrik, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak seperti perbankan, perkantoran, mal hingga kedai kopi.

"Jadi kami membangun SPKLU itu dari kami tidak punya akses ke lokasi strategis, makanya kami kerja sama dengan pihak-pihak lain seperti perbankan, kantor-kantor, mal hingga kedai kopi," katanya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait