PeduliLindungi Berhasil Cegah Penularan Covid-19 dari 621 Ribu Orang

Jumlah pengguna aplikasi PeduliLindungi saat ini telah mencapai 104 juta orang dengan pengguna harian mencapai 8 juta orang.
Abdul Azis Said
7 Desember 2022, 12:50
pedulilindungi, covid-19
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Pengunjung memindai kode batang pada aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Selasa (26/10/2021). Pemerintah Kota Tangerang mulai menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki pasar tradisonal sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

Kementerian Kesehatan melaporkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam mobilitas masyarakat telah berhasil mencegah penularan virus Corona dari 621.860 orang yang sudah dinyatakan positif hingga Oktober tahun ini. Jumlah pengguna aplikasi ini pun terus bertambah.

"PeduliLindungi ini sukses menyelamatkan transmisi penularan karena beberapa tempat menggunakan scan PeduliLindungi untuk melakukan referensi misalnya masuk ke mal dan sebagainya,"  kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara  The 11th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12).

Dante mengatakan, PeduliLindungi telah menjadi salah satu startup di bidang kesehatan yang paling besar di Indonesia. Jumlah penggunanya  saat ini sudah lebih dari 104 juta orang dengan pengguna harian mencapai 8 juta orang. Adapun jumlah merchant yang telah terdaftar di aplikasi ini sebanyak lebih dari 228 ribu.

Meski demikian, menurut dia, upaya mencegah penularan Covid-19 bukan hanya melalui aplikasi PeduliLindungi. Ini juga dilakukan melalui tes PCR hingga peningkatan kapasitas genome sequencing Covid-19. Dua instrumen tersebut berguna untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan varian-varian virus yang baru.

Genome sequencing bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sifat virus yang mencoba bertahan hidup menjadi jenis-jenis baru. Jumlah pengujian genome sequencing Indonesia terus bertambah, sebanyak 36.834 secara kumulatif sampai September 2022.

Kapasitas genome sequencing juga terus berkembang, Pada Desember 2022. Pengujian hanya bisa dilakukan di 19 mesin di 12 laboratorium,. Namun demikian, jumlahnya bertambah menjadi 57 mesin yang tersebar di 42 laboratorium. Kegiatan pengujian genome sequencing juga disebut makin murah.

"Dengan demikian kita bisa identifikasi ada perubahan sifat dari virus dna kemudian melakukan evaluasi pengobatan apa yang paling sesuai dengan perubahan sifat tersebut," kata Dante.

Selain pada jumlah mesin dan lab untuk genome sequencing, Kemenkes juga melaporkan ada penambahan pada laboratorium untuk tes PCR Covid-19. Secara kumulatif, sudah ada sebanyak 1.100 lab pengujian tes PCR di seluruh Indonesia. Rata-rata jumlah tes PCR setiap bulannya sudah lebih dari 4 juta.

Dikutip dari Antaranews, jumlah kasus positif baru pada Senin (5/12) sebanya 2.234 orang. Penyumbang utama dari penambahan tersebut terutama berasal dari DKI Jakarta yang mencakup 36% dari total kasus baru. Dua provinsi lainnya yang juga menyumbang kasus baur paling besar yakni Jawa Barat dan Banten.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait