BPS: Jemaah Sangat Puas dengan Pelayanan Haji Tahun Ini

Abdul Azis Said
19 Desember 2022, 15:41
haji, jemaah haji
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Umat Islam berjalan keluar masjid usai melaksanakan ibadah Shalat Dzuhur di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (27/10/22).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jemaah haji Indonesia semakin puas dengan pelayanan ibadah haji tahun ini meskipun masih dibayangi pandemi Covid-19. Kepuasan jemaah meningkat untuk semua jenis pelayanan, mulai dari transportasi hingga penyedia katering dan tenda.

Meningkatnya kepuasan jemaah itu tercermin dari Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2022 sebesar 90,45 poin, naik 4,54 poin dibandingkan tahun 2019. Tahun ini merupakan pertama kalinya jemaah asal Indonesia bisa ikut ibadah Haji setelah dua tahun ditutup karena pandemi Covid-19.

"Dengan capaian ini, jemaah haji Indonesia telah menerima semua pelayanan yang  diberikan oleh pemerintah secara sangat memuaskan," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (19/12).

Meski sudah dibuka setelah dua tahun tutup, jemaah haji tahun ini masih belum mencapai separuh dari sebelum pandemi pada 2019 sebanyak 221 ribu orang. Adapun jumlah jemaah haji asal Indonesia tahun ini sebanyak 100.051 orang. 

Indeks kepuasaan tahun ini merupakan yang tertinggi sejak BPS memulai survei pada tahun 2010. Dengan kata lain, kepuasaan pelaksanaan ibadah haji ini merupakan yang tertinggi sejak 11 tahun terakhir.

BPS mengelompokkan enam jenis pelayanan yang dilakukan survei, seperti berikut,

  • Akomodasi

Indeks kepuasaan jamaah terhadap pelayanan hotel di Makkah dan Madina meningkat menjadi 89,35 poin. Ini terutama karena peningkatan pelayanan petugas dalam menyambut atau melepas jemaah, kejelasan petunjuk selama di hotel dan kecepatan menanggapi permasalah hotel.

Jemaah juga semakin puas dengan penyediaan tenda selama di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Indeks kepuasan naik 10,99 poin karena jemaah puas dengan kesesuaian kapasitas tenda, keberfungsian dan kelengkapan fasilitas tenda seperti air hingga AC.

  • Transportasi

Jemaah menilai pelayanan transportasi selama ibadah haji semakin baik pada tahun ini. Kepuasaan meningkat untuk pelayanan transportasi bus selama di Armuzna karena faktor ketepatan kedatangan bus, tampilan fisik dan ketersediaan armada yang melayani. Jemaah juga merasa makin puas dengan pelayan transprotai bus antar kota selama di Madinah, Makkah dan di bandara, serta pelayanan transportasi bus Shalawat yang dinilai makin baik.

Margo menyebut ketepatan waktu kedatangan bus jadi alasan meningkatnya kepuasan jamaah terhadap layanan transportasi bus. Alasannya, jumlah jemaah yang relatif lebih sedikit dari kondisi normal sehingga waktu tunggu bisa dipangkas.

  • Katering

Jamaah juga makin puas dengan penyediaan makanan selama ibadah haji. Hal ini karena jemaaah menilai penyediaan makanan tepat wktu, kelayakan dari sisi penyajian makanan, ketersediaan fasilitas peralatan makan, keteraturan waktu pengiriman makanan, serta jemaah puas dengan layanan snack  saat bertolak ke muzdalifah.

  • Pelayanan Petugas

Jemaah semakin puas dengan pelayanan dari petugas haji tahun ini. Hal ini karena keramahan petugas, kemampuan ketua regu dan ketua rombongan dalam memberikan pelayanan serta kemudahan untuk bisa mengakses pelayanan petugas. 

  • Pelayanan ibadah

Indeks pelayanan ibadah haji tahun ini meningkat dibandingkan 2019. Penyebabnya terutama adalah meningkatnya kepuasan jemaah terhadap pelayanan bimbingan ibadah, kesiapan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan dan kesabaran petugas.

  • Pelayanan lainnya

Jemaah juga semakin puas dengan layanan lainnya selama ibadah haji seperti pengurusan jamaah yang kesasar, ketersediaan pos petugas untuk menyelesaikan keluhan serta pemberian informasi umum kepada jemaah.

Meski demikian, Margo menyebut tren positif pada kepuasaan pelaksana haji tahun ini perlu dicermati karena memang pelaksanaanya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah jemaah yang bertolak ke Arab Saudi juga jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal serta karakteristik jamaah yang jauh lebih muda. Arab Saudi hanya membolehkan warga berusia di bawah 65 tahun untuk ikut Ibadah Haji tahun ini, berbeda dari 2019 yang sebanyak 19 ribu jemaah Indonesia berusia di atas 71 tahun. 

"Jadi secara umum hasilnya memuaskan tapi perlu bijaksana menyikapi angka angka yang saya sampaikan," kata Margo.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait