Dana Asing Kabur dari Pasar Surat Utang Pemerintah Rp 133 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat aliran modal asing keluar dari pasar surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 133 triliun sepanjang 1 Januari hingga 15 Desember 2022.
Agustiyanti
20 Desember 2022, 16:35
dana asing, modal asing, surat utang
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Kepemilikan asing di SBN saat ini hanya mencapai 14,64%, tak sampai separuh dari porsi pada 2019 sebesar 38,57%.

Gejolak pasar keuangan mendorong dana asing keluar dari pasar keuangan domestik. Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat, terdapat dana asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia sebesar Rp132,69 triliun sepanjang tahun ini hingga 15 Desember 2022.

"Surat berharga kita relatif dalam situasi yang membaik meskipun dihadapkan pada capital outflow atau modal keluar dari sisi pemegang obligasi asing," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers "APBN KITA Desember 2022" secara daring di Jakarta, Selasa (20/12). 

Ia menjelaskan,  dana asing yang keluar dari pasar suat utang negara tak hanya terjadi di Indonesia. Fenomena ini juga terjadi di negara-negara pasar berkembang sepanjang tahun ini.  Totalnya mencapai US$ 72,6 miliar atau sekitar 16% dari assets under management (AuM) atau dana kelolaan.

Modal asing juga keluar dari pasar SBN negara-negara maju. Nilainya secara nominal bahkan lebih besar yakni mencapai US$ 165 miliar dolar atau 2,5 persen dari dana kelolaan.

Sri Mulyani mengatakan, keluarnya modal asing di pasar SBN sejauh ini tak menimbulkan volatilitas pada imbal hasil atau yield SBN. Ini karena kepemilikan asing dalam SBN sudah menurun.

Kepemilikan asing di SBN saat ini hanya mencapai 14,64%, tak sampai separuh dari porsi pada 2019 sebesar 38,57%. Adapun perbankan dan Bank Indonesia (BI) kini mendominasi kepemilikan SBN, yakni masing-masing 24,54% dan 25,58%.

Selain itu, SBN juga dipegang oleh perusahaan asuransi dan dana pensiun mencapai 16,84%, serta pihak domestik lainnya sebesar 18,4%.

"Namun, kami tetap harus menjaga daya tarik dari SBN karena ini adalah salah satu bagian dari strategi pembiayaan yang harus terus dijaga," katanya.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait