Jokowi Beri Sinyal Segera Cabut PPKM, Ini Dampak ke Ekonomi

Abdul Azis Said
21 Desember 2022, 13:48
jokowi, sri mulyani
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap dicabutnya kebijakan PPKM dapat membantu meningkatkan daya beli dan mengungkit konsumsi tahun depan di tengah situasi suram ekonomi dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal akan mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM pada akhir tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap kebijakan itu dapat membantu meningkatkan daya beli dan mengungkit konsumsi tahun depan di tengah situasi suram ekonomi dunia.

"Saya berharap ini akan memberikan dorongan (ekonomi) terutama pada awal tahun depan setelah masyarakat melihat bahwa situasinya aman," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (21/12).

Situasi pandemi yang makin aman akan membuat masyarakat semakin leluasa beraktivitas, termasuk berbelanja. Aktivitas belanja masyarakat ini penting bagi ekonomi Indonesia yang separuhnya ditopang oleh konsumsi.

Adapun lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini disokong oleh konsumsi rumah tangga. Komponen ini terpantau terus tumbuh menguat selama empat kuartal terakhir, dengan pertumbuhan di atas 5% selama dua kuartal terakhir. Dalam catatan BPS, menguatnya konsumsi rumah tangga didorong meningkatnya mobilitas masyarakat dan mulai kembali berbelanjanya kelompok masyarakat kaya untuk barang-barang tersier.  

Konsumsi dalam negeri yang kuat ini menurut Sri Mulyani akan menjadi modal kuat ekonomi Indonesia memasuki tahun sulit 2023. Banyak negara diramalkan tumbuh melambat, bahkan terkontrakai tahun depan. 

"Pertumbuhan ekonomi dari dalam negeri akan jadi andalan saat ekonomi global jadi lebih bergejolak," kata dia.

Presiden Joko Widodo dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta memberikan sinyal untuk mencabut kebijakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dalam waktu dekat. Hal tersebut merupakan hasil dari pengendalian penyebaran Covid-19 yang dinilai cukup baik pada akhir tahun ini. 

 Jokowi mengatakan kasus positif harian saat ini telah mencapai 1.200 orang per hari. Angka itu jauh lebih rendah saat varian Delta maupun Omicron menyerang yang mencapai sekitar 56.000 orang per hari. 

"Mungkin nanti akhir tahun, kita akan menyatakan PPKM berhenti," kata Jokowi.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait