BI Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 5,5%

Bank Indonesia mulai memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya pada bulan ini. Kenaikan suku bunga BI telah mencapai 2% sepanjang tahun ini.
Image title
Oleh Abdul Azis Said
22 Desember 2022, 14:39
BI, Perry, suku bunga acuan, bunga
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah menaikkan suku bunga acuannya sepanjang tahun ini mencapai 2%.

Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Bank Sentral mulai memperlambat laju kenaikan suku bunga seiring inflasi yang lebih terkendali sekaligus mengekor langkah The Federal Reserve. 

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Desember  2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 days reverse repo rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%," Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers hasil Rapat Dewan Gubernur bulan Agustus 2022, Kamis (22/12).

Suku bunga fasilitas simpanan alias deposito facility naik menjadi 4,75%. Demikian pula dengan bunga pinjaman atau lending facility yang naik menjadi 6,25%. BI mulai menaikkan suku bunga sejak Agustus 2022 mempertahankannya selama 17 bulan berturut-turut. 

BI telah menaikkan suku bunga acuannya sepanjang tahun ini mencapai 2%. 

 

Perry menjelaskan, keputusan kenaikan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan  front loaded, preventif, dan forward looking untuk memastikan berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan menjaga inflasi inti di kisaran 2% hingga 4%. 

"Kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah juga terus dilakukan untuk memastikan improted inflation terkendali dan memitigasi dampak rambatan masih kuatnya dolar AS," katanya.

Ia menegaskan kembali bahwa kebijakan moneter BI akan diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, sedangkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran diarahkan untuk mendorong perekonomian.

BI memperkirakan perekonomian pada tahun ini akan mendekati batas atas perkiraan BI sebesar 4,5% hingga 5,3%. Sementara pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan melambat dan berada di titik tengah proyeksi 4,5% hingga 5,3%. 

Perry juga memperkirakan inflasi pada tahun ini akan terjaga, sedangkan nilai tukar rupiah berpotensi menguat pada tahun depan seiring gejolak di pasar keuangan yang merada. 

Langkah BI juga sejalan dengan keputusan Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang mulai menurunkan laju kenaikan suku bunganya. The Fed menaikkan bunga sebesar 50 bps pada pekan lalu, setelah menaikan suku bunga sebesar 75 bps dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Namun, The Fed mengindikasikan kenaikan bunga akan berlanjut hingga awal tahun depan dan mencapai puncaknya dikisaran 5,1%, serta bertahan lama.

 

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait