Rupiah Loyo ke 15.690/US$ Terseret Kekhawatiran Ekonomi Tahun Depan

Agustiyanti
28 Desember 2022, 09:50
rupiah, rupiah hari ini
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Ilustrasi. Rupiah dibuka menguat, tetapi bergerak melemah pagi ini.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 5 poin ke level Rp 15.657 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (28/12). Namun, rupiah berpotensi melemah karena kekhawatiran kondisi perekonomian pada tahun depan. 

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak melemah ke level Rp 15.690 per dolar AS hingga pukul 09.30 WIB. Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,52%, rupee India 0,25%, yuan Cina 0,2%, yen Jepang dan ringgit Malaysia 0,3%. Sementara itu, won Korea Selatan  menguat 0,15%, dolar Taiwan 0,05%, baht Thailand 0,04%, dolar Hong Kong 0,02%, dan dolar Singapura 0,08%

Kepala Analis DCFX Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak melemah hari ini tertekan oleh suasana hati pelaku pasar yang berbalik negatif. Hal ini terlihat dari pergerakan bursa saham Asia yang umumnya turun tajam pagi ini. 

"Pasar kembali khawatir dengan perlambatan ekonomi tahun depan," ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Rabu (28/12). 

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id  pukul 09.30 WIB, IHSG melemah 0,41%, Shanghai Index di Cina melemah 0,08%, Nikkei di Jepang 0,6%, dan Kospi  di Korea Selatan jatuh 2,02%. Sementara itu, Straits Times Index Singapura menguat 0,08% dan Hang Seng Index di Hong Kong melompat 2,27%.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 15.600 hinga Rp 15.700 per dolar AS.

Sementara itu, pengamat pasar uang Ariston Tjendra melihat rupiah seharusnya bisa menguat dengan dukungan kabar baik dari Cina yang menghentikan kebijakan zero-covid. Meski demikian, ada kekhawatira dari dalam negeri terkait kebijakan suku bunga tinggi yang dapat memberikan sentimen negatif ke rupiah. 

"Hari ini, ada peluang penguatan ke kisaran Rp 15.640 per dolar AS, tetapi bila momentum pelemahan masih kuat, rupiah bisa melemah lagi ke arah Rp 15.680 per dolar AS," ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait