Menkeu Jepang Buka-bukaan soal Keuangan Negara yang Semakin Genting

Menteri Keuangan Jepang Shunici Suzuki memperingatkan kondisi keuangan negaranya semakin genting di tengah tren kenaikan suku bunga dan utang yang besar.
Agustiyanti
24 Januari 2023, 12:21
utang, jepang, keuangan, pemerintah jepang
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/PRAS/dj
Ilustrasi. Jepang merupakan salah satu negara besar dengan rasio utang terhadap PDB tertinggi.

 

Menteri Keuangan Jepang Shunici Suzuki memperingatkan kondisi keuangan negaranya yang semakin genting. Peringatan ini disampaikan di tengah tren kenaikan imbal hasil surat utang negara yang selama ini terus dipertahankan Bank Sentral Jepang agar tetap rendah.

Pemerintah Jepang selama ini dibantu oleh imbal hasil obligasi yang hampir nol. Namun, para investor baru-baru ini berusaha mengerek imbal hasil obligasi tenor 10 tahun menembus batas yang ditetapkan Bank of Japan sebesar 0,5% seiring lonjakan inflasi. Adapun inflasi Jepang  saat ini telah naik dua kali lipat target BOJ sebesar 2% dan merupakan yang tertinggi dalam 41 tahun terakhir. 

"Utang pemerintah Jepang telah meningkat parah ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya karena kami membutuhkan anggaran tambahan untuk menanggapi virus corona dan masalah serupa," kata Suzuki dalam pidato kebijakan memulai sesi parlemen.

Bukan hal yang aneh jika menteri keuangan merujuk pada keuangan Jepang yang sedang genting . Meskipun utang negara telah melojak, pemerintah Jepang terus berada di bawah tekanan untuk menjaga keran fiskal terbuka lebar.

Jepang harus menyeimbangkan kekhawatiran keamanan regional atas China, Rusia, dan Korea Utara, sembari mengelola beban utang yang sudah mencapai lebih dari dua kali ukuran ekonominya sebesar US$5 triliun. 

Pasar menunjukkan sedikit reaksi terhadap pidato Suzuki. Dalam pidato tersebut, ia menjelaskan rincian anggaran negara tahun fiskal mendatang yang mencapai rekor 114,4 triliun yen atau US$ 878,9 miliar

Suzuki menegaskan kembali tujuan pemerintah untuk mencapai surplus anggaran tahunan yang tidak termasuk penjualan obligasi baru dan biaya pembayaran utang pada tahun fiskal hingga Maret 2026. Pemerintah Jepang selama satu dekade terakhir tak pernah mencapai keseimbangan anggaran.

Kementerian Keuangan Jepang memperkirakan bahwa setiap kenaikan suku bunga 1 poin persentase akan meningkatkan pembayaran utang sebesar 3,7 triliun yen menjadi 32,5 triliun yen untuk tahun fiskal 2025/2026.

"Pemerintah akan berupaya mengelola penerbitan obligasi pemerintah Jepang (JGB) secara stabil melalui komunikasi yang erat dengan pasar," katanya.

Suzuki menekankan, keuangan publik adalah landasan kepercayaan suatu negara. Oleh karena itu, pemerintah Jepang harus mengamankan ruang fiskal dalam keadaan normal untuk menjaga kepercayaan di Jepang dan mata pencaharian masyarakat.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait