Rupiah Melemah ke 15.441 per US$ Efek Masalah Credit Suisse

Agustiyanti
16 Maret 2023, 10:20
rupiah, rupiah melemah
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Ilustrasi. Berita Credit Suisse tadi malam mendorong pelaku pasar keluar dari Aset berisiko dan masuk ke aset aman seperti emas dan dolar AS pada perdagangan pagi ini sehingga mendorong pelemahan rupiah.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 8 poin ke level Rp 15.440 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Rupiah tertekan berita Credit Suisse Bank tadi malam yang  memicu kekhawatiran pasar bahwa krisis perbankan AS menyebar ke Eropa.

Mengutip Reuters, saham Credit Suisse anjlok hingga 30% pada perdagangan kemarin setelah Saudi National Bank yang merupakan salah satu investornya menyatakan tak akan menyuntikkan lebih banyak uang ke bank tersebut. Meski demikian, regulator keuangan Swiss memastikan bank sistemin ini masih memenuhi syarat permodalan dan likuiditas seperti yang seharusnya. Bank Sentral Swiss juga memastikan siap menginjeksi likuiditas Credit Suisse jika dibutuhkan. 

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, berita Credit Suisse tadi malam mendorong pelaku pasar keluar dari Aset berisiko dan masuk ke aset aman seperti emas dan dolar AS pada perdagangan pagi ini.  Bursa saham Asia pagi ini bertengger di zona merah. Nikkei turun 0,94%, demikian pula dengan Strait Times  0,57%, Shanghai Composite Index 0,39%, dan IHSG 0,35%.

"Hal ini bisa mendorong pelemahan rupiah sebagai aset berisiko hari ini terhadap dolar AS. Rupiah berpotensi melemah ke arah Rp 15.400 per dolar AS, dengan support di kisaran Rp 15.350 per dolar AS, " ujar Ariston, Selasa (16/3).

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak semakin melemah ke level Rp 15.446 per dolar AS hingga pukul 10.00 WIB. Adapun mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi. 

Ringgit Malaysia melemah 0,39%, rupee India 0,14%, peso Filipina 0,09%, won Korea Selatan 0,69%, dolar Taiwan 0,13%. Sementara yuan Cina menguat 0,01%, baht Thailand 0,29%, dan yen Jepang 0,43%, serta dolar Hong Kong dan Singapura masing-masing 0,02% dan 0,07%.

Di sisi lain, menurut Ariston, pelemahan rupiah sebenarnya dapat tertahan oleh kemunginan The Fed tak agresif menaikkan suku bunga. Krisis perbankan saat ini berpeluang mendorong bank Sentral AS untuk menahan suku bunga acuannya. Adapun Fed Watch Tool memperlihatkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini turun dari sebelumnya  50% menjadi 0%.

Kepala Analis  DCFX Futures Lukman Leong juga memperkirakan rupiah melemah  hari ini di tengah sentimen risk off oleh krisis perbankan di tengah kejatuhan Silicon Valley Bank global yang dikhawatirkan menyeret nama besar Credit Suisse. Sentimen tersebut membuat investor melepas aset dan mata uang beresiko.

"Dari domestik, investor menantikan pertemuan untuk kebijakan BI siang ini yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga. Investor akan menantikan respon BI mengenai perkembangan krisis perbankan akhir-akhir ini," kata dia.
 
Adapun Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di level Rp 15.350 hingga Rp 15.550 per dolar AS.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Advertisement

Artikel Terkait