Minna Padi Bersiap Akuisisi Bank Muamalat Rp 4,5 Triliun

Nilai pembelian saham mencapai Rp 4,5 triliun. Persentase saham yang akan dimiliki oleh PADI sekurang-kurangnya mencapai 51% dari total modal disetor.
Amal Ihsan Hadian
Oleh Amal Ihsan Hadian
27 September 2017, 19:16
Kantor Bank Muamalat
Arief Kamaludin | Katadata

PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) resmi mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Lewat surat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/9), PADI menyatakan telah menandatangani perjanjian pengambilalihan saham bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

Nilai pembelian saham ini mencapai Rp 4,5 triliun. Persentase saham yang akan dimiliki oleh PADI sekurang-kurangnya mencapai 51% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Bank Muamalat.

Mekanismenya, PADI akan terlebih dahulu bertindak sebagai pembeli siaga dalam rencana right issue atau penerbitan saham baru dengan Hak Membeli Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Bank Muamalat.

Menurut Direktur Utama Minna Padi Investama Sekuritas Djoko Joelijanto, saat ini transaksi pembelian saham masih dalam proses untuk dilaksanakan sesuai perjanjian. Dengan demikian, transaksi belum memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan atau kelangsungan usaha dari PADI.

Untuk menjalankan rencana akuisisi Bank Muamalat tersebut, PADI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Namun dia belum tahun kapan RUPSLB PADI ini akan digelar.

Hari ini (27/9), harga saham PADI menguat 115 poin atau 8%. Harga saham PADI saat penutupan, Selasa (26/9), adalah Rp 1.405 per saham. Saat penutupan pasar, Rabu (27/9), harga sahamnya menguat Rp 1.520 per saham.

Rumor rencana akuisisi ini sempat bergaung di pasar modal Indonesia setelah dalam keterbukaan infomasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) Juli lalu, manajemen Minna Padi menyatakan sedang berencana masuk sebagai investor di sebuah perusahaan institusi keuangan di Indonesia.

Video Pilihan

Artikel Terkait