Skenario Terburuk Kematian Akibat Corona di AS Capai 100 Ribu Orang

Gedung Putih meminta para gubernur dan wali kota di AS bersiap menghadapi gelombang virus corona
Ameidyo Daud Nasution
31 Maret 2020, 13:56
virus corona, amerika serikat, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Kelly/wsj/dj
Kapal induk USNS Comfort melewati Patung Liberty saat memasuki Pelabuhan New York, Amerika Serikat, Senin (30/3/2020). AS menyiapkan skenario terburuk kematian akibat virus corona mencapai 100 ribu atau lebih.

Jumlah nyawa yang melayang akibat pandemi virus corona Covid-19 di Amerika Serikat bisa mencapai 100 ribu atau lebih. Hal ini dikatakan ahli penyakit infeksi yang juga anggota gugus tugas Covid-19 Gedung Putih yakni Dr Anthony Fauci.

Fauci mengatakan angka tersebut berbasis model skenario terburuk yang dibuat pihaknya. Hingga hari Selasa (31/3) pukul 13.00 WIB, jumlah kasus Covid-19 di Negeri Paman Sam itu mencapai 164.266 dengan 3.170 pasien meninggal dunia.

Meski demikian, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases itu mengatakan bisa saja situasinya tak memburuk seperti perkiraannya. “Secara umum, kenyataan (realisasinya) biasanya berada di tengah (skenario terburuk dan terbaik),” kata Fauci dkutip dari CNN, Selasa (31/3).

(Baca: Cegah Corona Masuk, Pemerintah Setop Kedatangan WNA dari Luar Negeri)

Advertisement

Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengatakan apabila negara adidaya tersebut mampu menahan angka kematian sekitar 100 ribu akan menjadi capaian bagus. Dia juga meramal puncak penyebaran corona di AS akan terjadi dua pekan lagi.

“Kami bisa prediksi bahwa awal Juni sudah mulai tahap pemulihan,” kata Trump hari Senin (30/3) dikutip dari The Guardian.

Koordinator urusan virus corona di Gedung Putih, Dr Deborah Birx meminta para Gubernur negara bagian di AS bersiap menghadapi gelombang corona. “Bersiaplah seperti yang (Negara Bagian) New York lakukan saat ini,” kata Birx saat konferensi pers hari Minggu (29/3) dikutip dari Bloomberg.

Negara Bagian New York menjadi lokasi yang dihantam virus corona paling parah. Dari laman Worldometers, total kasus Covid-19 di New York mencapai 67.352 orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal sebanyak 1.342 orang.

Fauci dan tim sebenarnya telah meminta Trump agar mengkarantina Negara Bagian New York, New Jersey, dan Connecticut demi mencegah penyebaran corona. Namun Trump menolak ide tersebut dan hanya mengeluarkan peringatan agar masyarakat tak melakukan perjalanan ke tiga negara bagian itu.

“Ketika virus melanda kota kalian, berdiamlah, karena (bisa) menyebar hingga seluruh AS,” kata Birx.

(Baca: AS Jadi Episentrum Corona, Xi Jinping Siap Bantu Trump)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait