BUMN akan Koordinasi dengan Swasta untuk Gelar Tes PCR Virus Corona

Tes PCR oleh swasta akan berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN
Dimas Jarot Bayu
30 Maret 2020, 18:24
tes pcr, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pengujian sampel penelitian PCR di Laboratorium LIPI, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Pemerintah (30/3) beri lampu hijau swasta gelar tes PCR virus corona.

Pemerintah memberi izin bagi pihak swasta ikut menyelenggarakan tes polymerase chain reaction (PCR) guna memeriksa virus corona Covid-19. Rencananya mereka akan berada di bawah koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selama ini, tes PCR hanya dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balibang) Kementerian Kesehatan, Universitas Airlangga, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute, dan Universitas Indonesia.

"Nanti Bapak Menteri BUMN (Erick Thohir) akan mengatur lebih lanjut swasta mana saja yang diberikan kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tes PCR ini," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo Doni usai rapat terbatas melalui video conference, Senin (30/3).

(Baca: Data Terbaru Corona di RI: 1.414 Pasien Positif, 122 Orang Meninggal )

Advertisement

Sebelumnya swasta hanya terlibat dalam pemeriksaan spesimen corona. Tiga laboratorium yang digandeng pemerintah adalah Siloam Group, Kalbe Group, dan Bunda Group. Doni menjelaskan, pelibatan swasta lebih luas lantaran adanya keterbatasan pemerintah dalam melakukan tes PCR.

"Mengingat dari keterbatasan laboratorium dan  lembaga penelitian di daerah, solusi yang bisa dipercepat adalah melibatkan swasta secara maksimal," kata Doni.

Doni mengatakan, keterlibatan pihak swasta dalam menyelenggarakan tes PCR tak akan sembarangan. Menurutnya, mereka akan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan standar kesehatan yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

Apalagi jumlah kasus positif dan meninggal akibat corona di Indonesia semakin bertambah. Hingga Senin (30/3) siang, ada 129 kasus baru positif virus corona sehingga total pasien mencapai 1.414 orang.

Sedangkan jumlah penderita corona corona yang dinyatakan meninggal dunia bertambah delapan orang sehingga total 122 orang jadi korban virus tersebut.

(Baca: Jokowi Minta Industri Pasok Lebih Banyak APD dan Produksi Ventilator)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait