Kasus Terus Bertambah, Pasien Corona di AS Terbanyak Ketiga di Dunia

Tambahan kasus hingga Minggu (22/3) menjadikan AS menyalip Spanyol dalam peringkat kasus positif corona dunia.
Ameidyo Daud Nasution
22 Maret 2020, 12:39
amerika serikat, virus corona, pasien corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Lucas Jackson/AWW/dj
Pejalan kaki berjalan di Wall St, New York (NYSE) di New York, Amerika Serikat, Rabu (18/3/2020). Hingga Minggu (22/3), jumlah pasien positif virus corona di AS terus bertambah jadi ketiga terbesar di dunia

Jumlah orang yang tertular virus corona Covid-19 di Amerika Serikat (AS) per hari Minggu (22/3) terus bertambah jadi 26.867 pasien. Hal ini membuat negara tersebut berada di bawah Italia yakni posisi ketiga kasus corona terbanyak di dunia.

Berdasarkan data Worldometers, hingga jumat (20/3), AS masih berada di bawah Spanyol yakni posisi 4. Namun seiring tambahan kasus baru 2.660 hari Sabtu (21/3), Negeri Paman Sam menyalip ke posisi tiga di bawah Italia.

Jumlah banyaknya kasus positif ini sejalan dengan jumlah tes yang dijalankan pemerintah AS. Hingga Sabtu (21/3) lebih dari 195 ribu orang telah diperiksa kesehatannya untuk mengetahui tertular corona atau tidak.

“Semua kementerian terus memainkan peran yang vital di tengah masyarakat dan kami berharap dukungan anda (warga),” kata Wakil Presiden AS Mike Pence dikutip dari Politico, Sabtu (21/3).

Advertisement

(Baca: Jalan Cepat dan Ampuh Melandaikan Kurva Pandemi Corona)

Kasus terbanyak terjadi di Negara Bagian New York yakni 12.324 kasus. Washington berada di posisi dua dengan 1.793 kasus, sedangkan ranking tiga adalah California yang mencatat 1.511 pasien.

Dilansir dari Reuters, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pihaknya masih memerlukan 30 ribu ventilator untuk memenuhi kebutuhan. Saat ini Negara Bagian New York baru menyediakan 6.000 ventilator untuk pasien virus corona.

“Kami terus mencari pasokan alat medis dari seluruh dunia,” kata Cuomo, Sabtu (22/3).

Sedangkan jumlah pasien yang meninggal akibat corona di AS mencapai 348 orang atau berada di ranking 6. Pasien meninggal terbanyak berada di Washington (94), New York (76), dan California (28).

Dengan kondisi tersebut, Gubernur California Gavin Newsom meminta semua penduduk, termasuk anak muda menghindari keramaian. “Jadilah tetangga dan warga negara yang baik,” kata Newsom dilansir dari CNN.

(Baca: Video: Gambaran Ekonomi Indonesia Akibat Pandemi Corona)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait