Bertambah 55, Jumlah Pasien Positif Corona Melejit jadi 227 Orang

Tambahan pasien baru terbanyak berada di DKI Jakarta yakni 30 orang
Ameidyo Daud Nasution
18 Maret 2020, 16:15
virus corona, pasien corona, yurianto
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ama.
Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Jumlah pasien positif virus corona hingga Rabu (18/3) meningkat jadi 227 orang

Pemerintah merilis data terbaru kasus positif virus corona Covid-19 hari Rabu (18/3). Ada tambahan 55 pasien baru positif sehingga total 227 orang dirawat karena terinfeksi corona.

Juru bicara pemerintah dalam penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan angka ini merupakan hasil pengumpulan data dari hari Selasa (17/3) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (18/3) jam 12.00 WIB. Tambahan pasien tersebut juga menjadi yang terbesar diumumkan pemerintah sejauh ini.

“Sampai sekarang ada penambahan signifikan,” kata Yurianto di Graha Badan Nasional penanggulangan Bencana, Jakarta, Rabu (18/3).

(Baca: Panduan Isolasi Mandiri 14 Hari, Apa Saja yang Harus Dilakukan?)

Advertisement

Yurianto mengatakan tambahan terbesar berada di Provinsi DKI Jakarta yakni 30 kasus. Selain itu ada pula Provinsi Banten (4), Jawa Barat (12), Yogyakarta (1), Jawa Tengah (2), Sumatera Utara (1), Lampung (1), Riau (1), dan Kalimantan Timur (1).

“Kemudian dari penyelidikan epidemiologis dan kemandirian, kami temukan 2 kasus positif,” kata Yurianto.

Dia juga menyampaikan jumlah pasien yang sembuh mencapai 11 kasus. Rinciannya, 1 berada di Banten, 9 di DKI Jakarta dan 1 di Jawa Barat. Sedangkan angka pasien corona yang meninggal mencapai 19 orang.

“Ini data terakhir yang kami miliki dan kami upgrade lagi. Bisa dilihat di website BNPB,” ujarnya.

(Baca: Wisma Atlet Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Positif Virus Corona)

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait