Jumlah Pasien Positif Virus Corona RI Terus Meningkat jadi 172 Orang

Penambahan kasus terbanyak terjadi di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau
Ameidyo Daud Nasution
17 Maret 2020, 16:08
virus corona, pasien corona, yurianto
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Petugas menyemprot cairan disinfektan di Masjid Agung Cimahi Utara, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). Hingga hari ini jumlah kasus positif virus corona mencapai 172 orang.

Jumlah kasus positif virus corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia kembali bertambah jadi 172 orang. Ini seiring diumumkannya tambahan 38 pasien baru pada hari Selasa (17/3) oleh pemerintah.

Juru bicara nasional penanganan corona yakni Achmad Yurianto mengatakan angka ini berasal dari tambahan data hari Minggu (15/3) sore dan malam yakni 12 orang. Sedangkan hari Senin (16/3) kemarin ada tambahan 26 pasien yang positif usai dites.

“Ada tambahan 20 dari pemeriksaan Balitbangkes dan 6 spesimen Universitas Airlangga sehingga total 172 kasus,” kata Yurianto saat konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (17/3).

(Baca: Penyebaran Corona RI Mirip Korea, Peneliti Perkirakan Berakhir April)

Advertisement

Yurianto mengatakan penambahan kasus terbanyak terjadi di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. Namun ia tidak memerinci berapa tambahan masing-masing di tiap wilayah itu.

““Terbanyak di DKI, kami akui sebagai pintu gerbang masuk negara (jumlah) di DKI cukup besar,” katanya.

Dia juga menyampaikan tidak ada perubahan jumlah orang yang meninggal akibat corona yakni 5 pasien. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh saat ini mencapai 9 orang.  Yurianto berharap dalam waktu dekat akan ada lagi pasien yang keluar dari rumah sakit.

“Masih ada beberapa orang lagi yang akan pemeriksaan kedua, tinggal menunggu interval dua hari,” kata dia.

(Baca: Status Darurat Bencana Virus Corona Diperpanjang hingga 29 Mei 2020)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait