Pemerintah Awasi 12 Pasien dengan Gejala Virus Corona

Sebanyak 12 pasien menjalani dua tes untuk memastikan mereka positif virus corona atau tidak
Ameidyo Daud Nasution
12 Maret 2020, 20:15
virus corona, pasien corona, tes virus corona
ANTARA FOTO/Fauzan
Petugas di RSUD Kota Tangerang. Pemerintah hingga hari Kamis (12/3) mengawasi 12 pasien dalam pengawasan virus corona.

Pemerintah menyampaikan sedang memonitor secara ketat 12 pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona Covid-19. Hal ini lantaran mereka sudah menunjukkan gejala serupa corona seperti batuk dan demam. 

Juru bicara pemerintah dalam penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan para pasien tersebut pernah berhubungan dengan kasus positif wabah pandemi itu. Beberapa juga diawasi lantaran baru pulang dari luar negeri. 

“Kami minta PDP ini jadi perhatian khusus karena keseluruhannya menunjukkan gejala meskipun ringan,” kata Yurianto saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).

(Baca: Tiga Pasien Virus Corona di RI Sudah Sembuh dan Bisa Pulang)

Advertisement

Yurianto enggan mengatakan bahwa 12 pasien ini sepenuhnya positif corona. Ini lantaran pemerintah perlu menggunakan dua tes yakni polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequencing untuk memastikan status yang bersangkutan.

Ini juga untuk mencegah adanya kesalahan diagnosa virus corona pada pasien. “Tanpa ada cross check dengan genome sequencing kami belum yakin (hasilnya)." kata Yurianto

Namun dia memastikan 12 orang itu sudah diisolasi di rumah sakit rujukan. Pemerintah juga akan terus mencari orang yang sempat kontak dekat dengan pasien. “Posisi sudah tidak (ada) di tengah masyarakat,” ujar dia.

(Baca: Satu Pasien Isolasi di Rumah Sakit Sulianti Saroso Meninggal)

Pernyataan Yurianto hari ini sekaligus menyampaikan bahwa belum ada tambahan kasus positif virus corona pada hari ini. Hingga saat ini sudah ada 34 pasien positif di Indonesia dengan 20 orang tertular ketika berada dari luar negeri.

Paling baru, ada tambahan tujuh pasien yang diumumkan hari ini semuanya tertular di luar negeri. "Ini semuanya (tujuh kasus baru) imported case," kata Yurianto hari Rabu (11/3).

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait