Usai Sterilisasi Corona, Saudi Buka Kembali Masjidil Haram dan Nabawi

Tiap hari, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan ditutup satu jam setelah salat isya. Dua masjid ini akan dibuka kembali satu jam sebelum waktu salat subuh
Ameidyo Daud Nasution
6 Maret 2020, 12:17
Masjidil Haram, masjid Nabawi, Virus Corona, arab saudi
ANTARA FOTO/Arief Chandra
Umat muslim memadati area sekitar Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). Usai sterilisasi, Arab Saudi kembali buka Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Arab Saudi membuka kembali Masjdil Haram di  Kota Mekah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Dua lokasi ibadah paling penting umat Islam ini ditutup sejak Rabu (4/3) guna mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Arab Saudi juga telah menutup beberapa tempat ibadah mereka bagi jamaah lokal maupun asing untuk menahan penyebaran virus. Meski demikian, belum ada penjelasan lebih jauh apakah jemaah sudah diperbolehkan beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Arab Saudi membuka kembali dua situs keagamaan paling suci dalam Islam,” demikian keterangan televisi pemerintah yakni Al-Ekhbariya yang dilansir dari Reuters, Jumat (6/3). 

(Baca: Khawatir Corona, Arab Saudi Perluas Larangan Umrah )

Advertisement

Dilansir dari Arabnews.com, otoritas setempat setiap hari akan menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi satu jam setelah salat isya. dan dibuka kembali satu jam sebelum salat subuh. Namun lokasi tawaf di sekitar Ka'bah dan tempat ritual Sa'i akan tetap ditutup sampai dengan larangan umrah dicabut.

"(Semua) ibadah akan dilakukan di dalam Masjidil Haram," demikian dikutip dari Arabnews.com.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebelumnya menyetop sementara pelaksanaan ibadah umrah dengan memperluas kebijakan ini untuk penduduk setempat termasuk pihak kerajaan. Ini seiring laporan adanya 5 kasus virus corona yang terjadi di Negeri Petrodolar tersebut.

"Penangguhan umrah ini bersifat sementara bagi penduduk kerajaan maupun masyarakat pendatang dari negara lain," kata pemerintah kerajaan Arab Saudi pada Rabu (4/3) dikutip dari Channel News Asia.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi pada 27 Februari lalu mengumumkan penyetopan umrah melalui akun Twitter. Pengumuman larangan tersebut untuk enam negara, termasuk Indonesia. Kerajaan akan kembali membuka umrah apabila situasi dianggap aman

Pemerintah Indonesia juga telah menerima kebijakan Arab Saudi yang menyetop umrah di tengah penyebaran virus corona. Namun, pemerintah akan mengupayakan agar jemaah tidak dirugikan atas kebijakan tersebut.

(Baca: Arab Saudi Setop Umrah, Menko PMK: Kita Ikuti Saja)

 

(Catatan redaksi: Artikel ini ditambahkan pada hari Jumat 6 Maret 2020 pukul 13.35 WIB di paragraf 4 dan 5)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait