Tujuh Pasien Diduga Corona Dirawat di Bali, Lima adalah WNA

Ameidyo Daud Nasution
3 Maret 2020, 17:20
bali, virus corona, rumah sakit
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinkes Bali (3/3) catat tujuh orang suspect corona dirawat, sebanyak 5 orang merupakan WNA.

Kewaspadaan akan munculnya virus corona Covid-19 juga terjadi di Pulau Bali. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengatakan saat ini ada tujuh pasien yang dikhawatirkan terjangkit (suspect) corona dan sedang dalam pengawasan di rumah sakit.

Dari tujuh orang, sebanyak lima pasien merupakan warga negara asing (WNA). Dinkes mencatat dua orang berasal dari Jepang, dua merupakan warga negara Denmark, dan satu lagi adalah WN Rusia. Sedangkan salah satu dari dua warga lokal yang jadi suspect baru pulang ibadah umrah.

“Dua WNI ini warga lokal Bali, perempuan dan laku-laki berusia 66 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (3/3).

(Baca: Jokowi Minta Masyarakat Tenang, Mayoritas Pasien Corona Sembuh)

Ketujuhnya saat ini berada dalam pengawasan di tiga rumah sakit rujukan pemerintah yakni RSUP Sanglah, RSUD Tabanan, dan RS Sajiwani Gianyar. Suarjaya mengatakan untuk hasil laboratorium untuk satu WNi juga sudah keluar meski ia belum menjelaskan detail.

“Tinggal satu lagi yang (WNI) laki-laki, mudah-mudahan hari ini keluar hasilnya,” ujarnya.

Selain tujuh tersebut, ada 12 orang yang berada dalam status pemantauan karena sempat berinteraksi dengan WN Jepang yang positif terinfeksi virus corona. Mereka terdiri dari karyawan hotel, agen perjalanan wisata, dan petugas kantor kesehatan pelabuhan.

Suarjaya mengatakan pemantauan 12 orang tersebut sudah dilakukan 14 hari dan akan berakhir hari Rabu (4/3) besok.“Kami menunggu hasil laboratoriumnya, kalau besok negatif artinya clear (sehat),” katanya.

Sedangkan Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat Pulau Dewata tak panik berlebihan dengan adanya kabar ini. Dia mengatakan tiga suspect yang dirawat di RS Sanglah kondisinya mulai membaik dan tinggal menunggu hasil laboratorium.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan fasilitas RSUP Sanglah memadai untuk mengantisipasi munculnya virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini. Koster mengatakan rumah sakit tersebut memiliki empat ruang isolasi sesuai dengan standar penanganan yang ada. “Kalau diperlukan, bisa diperluas jadi 18 (ruang). Tadi sudah cek,” kata Koster.

Pemprov bali juga menyiapkan dua rumah sakit tambahan yakni RS Universitas Udayana dan RS Bali Mandara sebagai alternatif seandainya ada lonjakan jumlah pasien. “Yang jelas kami gunakan maksimal tiga rumah sakit dulu,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Ardhana Sukawati.

(Baca: Mahfud Minta Kepala Daerah Tak Buat Gaduh dan Dramatisir Kasus Corona)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait