Garuda akan Angkut Pulang Jamaah Umrah yang Masih Berada di Arab Saudi

Dirut Garuda juga menganggap pengumuman yang diberikan Arab Saudi membingungkan karena langsung berlaku di hari yang sama.
Ameidyo Daud Nasution
27 Februari 2020, 17:24
garuda indonesia, umrah, arab saudi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Maskapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (23/1/2020). Dirut Garuda Irfan Setiaputra mengatakan (27/2) siap membawa pulang jemaah umrah yang terjebak di Arab Saudi.

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan membawa pulang jamaah yang telah tiba di Arab Saudi namun gagal menjalankan ibadah umrah. Ini lantaran otoritas negara Timur Tengah itu telah menyetop sementara kedatangan warga asing untuk beribadah maupun wisata demi mencegah masuknya virus corona Covid-19.

Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra mengatakan telah mendengar kabar jemaah ditolak masuk Arab Saudi setibanya di sana. Makanya ia akan menyiapkan pesawat demi membawa mereka pulang ke Tanah Air.

Garuda saat ini melayani penerbangan umrah dan haji dengan rute menuju Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah.

“Garuda tetap komitmen bawa pulang (jemaah). Jadi kami akan pergi (dengan penumpang) kosong dan bawa pulang,” kata Irfan di Jakarta, Kamis (27/2).

Advertisement

(Baca: Arab Saudi Tutup Pintu Umrah, Jemaah Sesaki Bandara Soetta)

Irfan juga enggan membahas berapa kerugian yang menimpa Garuda karena keputusan Arab Saudi ini. Namun ia menganggap kondisi seperti ini merupakan tantangan baik bagi Direksi maupun Komisaris maskapai pelat merah itu. “Kami belum hitung implikasinya, tapi jangan bahas untung dulu deh,” ujarnya.

Mantan Dirut PT INTI (persero) itu juga menganggap pengumuman yang diberikan Arab Saudi membingungkan. Pasalnya keputusan tersebut langsung berlaku tanpa memberikan jeda kepada maskapai penerbangan. Ini yang disebutnya jadi pangkal masalah terjebaknya jemaah di Tanah Suci.

“Ini perlu disikapi bersama. Tolong rasakan kegetiran orang yang mau berangkat tapi gagal,” kata dia.

Penangguhan sementara kedatangan warga asing untuk umrah dan haji oleh pemerintah Arab Saudi mulai berdampak kepada jemaah di Tanah Air. Penerbangan mereka dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan meski sudah siap naik pesawat ke Tanah Suci.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) Baluki Ahmad. Baluki mengatakan pesawat terakhir yang terbang dari Soetta menuju Jeddah adalah Saudia pada pukul 11.00 WIB. Sedangkan pukul 12.00 WIB penerbangan menuju Saudi dihentikan.

 “Airlines sudah tidak mau ambil risiko, terutama kalau sudah sampai sana tidak bisa masuk,” kata Baluki ketika dihubungi Katadata.co.id, Kamis (27/2).

(Baca: Jokowi Hargai Keputusan Arab Saudi Setop Sementara Ibadah Umrah & Haji)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait