Buwas Sebut Pasokan Beras Bulog Aman hingga Lebaran, Stok 1,7 Juta Ton

Untuk menjaga stabilisasi harga beras medium, Bulog terus melaksanakan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
27 Februari 2020, 11:58
bulog, stok beras, budi waseso
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pekerja memeriksa stok beras Bulog di Gudang Bulog Banten, di Serang, Rabu (12/2/2020). Dirut Perum Bulog Budi Waseso (27/2) mengatakan stok beras di Bulog aman hingga lebaran.

Perum Bulog memastikan stok beras menjelang bulan puasa dan lebaran dalam keadaan aman. Pasalnya, cadangan beras yang ada di gudang Bulog seluruh Indonesia mencapai 1,7 juta ton.

Sebelumnya perusahaan pelat merah itu akan melepas 600 ribu ton beras sebelum lebaran agar dapat mengosongkan gudangnya. Dengan begitu, mereka juga dapat menyerap beras saat panen raya yang bersamaan sebelum puasa.

“Dengan stok yang cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia masyarakat tidak perlu khawatir dalam menyambut Ramadhan dan ldul Fitri tahun ini,” kata Dirut Perum Bulog Budi Waseso saat melakukan pantauan stok beras di gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (27/2).

(Baca: Kurangi Stok di Gudang, Bulog Lepas 600 Ribu Ton Beras Sebelum Lebaran)

Budi mengatakan untuk menjaga stabilisasi harga beras medium, Bulog terus melaksanakan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras. Adapun realisasi penyaluran KPSH sejak Januari sampai dengan tanggal 26 Februari 2020 sebesar 300 ribu ton. 

Tak hanya itu, melimpahnya pasokan juga dimanfaatkan Bulog untuk memasok program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT). Ini dilakukan dengan mendistribusikan beras melalui e-warong dan Rumah Pangan Kita (RPK) dengan total penyaluran hingga 26 Februari 2020 mencapai 43 ribu ton.

“Kami laksanakan setiap hari secara masif melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat RPK, sehingga mampu menahan Iaju kenaikan harga selama tahun 2019,” kata dia.

(Baca: Bulog Distribusikan 400 Ribu Ton Beras untuk Diolah Jadi Tepung)

Sebelumnya, Buwas sapaan akrabnya Budi Waseso, juga telah menyampaikan rencana ke Arab Saudi. Pada tahap awal, pihaknya akan ekspor 100 ton beras. Menurutnya, ekspor dilakukan atas permintaan dari Arab Saudi. Mereka telah berkunjung langsung ke Bulog untuk melihat kualitas beras serta melakukan uji tanah sawah.

"Izinnya baru bisa 5 kontainer. Kurang lebih 20 ton dalam 5 kontainer," kata Buwas beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Video Pilihan

Artikel Terkait