Kejaksaan: Tersangka Joko Hartono Tawarkan Saham Gorengan ke Jiwasraya

Kejaksaan menyebut Joko Hartono Tirto adalah perantara Heru Hidayat dengan Hary Prasetyo yang saat itu Direktur Keuangan Jiwasraya
Image title
7 Februari 2020, 11:41
jiwasraya, goreng saham, kejaksaan
Adi Maulana Ibrahim | KATADATA
Kejaksaan Agung hari Jumat (7/2) membeberkan peran tersangka baru kasus Jiwasraya yakni Joko Hartono Tirto sebagai orang suruhan Heru Hidayat. Joko diduga menawarkan saham bermasalah ke Jiwasraya.

Kejaksaan Agung membeberkan peran tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya yakni Joko Hartono Tirto. Joko adalah orang suruhan Heru Hidayat yang diduga memutar saham bermasalah sehingga asuransi pelat merah itu terjebak masalah keuangan.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan Direktur Maxima Integra Group tersebut jadi perantara antara Heru dengan Direktur Keuangan Hary Prasetyo.

"Dia orangnya HH (Heru) untuk bawa saham-saham yang bisa Jiwasraya investasikan, ternyata itu yang bermasalah,” kata Febrie kepada Katadata.co.id, Jumat (7/2) dini hari.

(Baca: Kejaksaan Duga Heru Hidayat Cuci Uang Jiwasraya untuk Bisnis Batu Bara)

Advertisement

Menurut dia, dalam kasus ini ada banyak emiten yang terlibat. Namun, hanya ada lima saham yang menjadi masalah yakni PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT SMR Utama (SMRU), PT Hanson International Tbk, PT Inti Agri Resources (IIKP), dan PT Eureka Prima Jakarta (LCGP).

Dari transaksi-transaksi saham itu, Jiwasraya terus mengalami kerugian sehingga gagal membayar polis nasabah yang jatuh tempo. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp 13,7 triliun. "Tapi peran dia (Joko) banyak, beberapa transaksi (karena) dia semua lah," kata Febrie. 

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan Joko diduga ikut terlibat dalam kecurangan pengelolaan investasi di Jiwasraya sejak 2008.

Awalnya dia menemui mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menjelaskan kepada Hary bagaimana memperbaiki kondisi keuangan Jiwasraya melalui aksi jual beli saham melalui perusahaannya.

Adapun pelanggaran hukum yang dituduhkan kepada Joko yakni ada unsur kebersamaan untuk melakukan tindak pidana korupsi. Hal ini diatur dalam pasal 2 Undang-Undang 31 tahun 1999 dan kemudian diubah Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Keterlibatannya bagaimana cara mengalihkan saham ke Maxima Integra, lalu dilarikan ke reksa dana yang diduga melawan hukum," kata dia beberapa waktu sebelumnya.

(Baca: Kejaksaan Duga Tersangka Baru Jiwasraya Ikut Bersekongkol Sejak 2008)

Dalam kasus ini, Joko yang merupakan Direktur PT Maxima Integra Group telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan. Dengan ditetapkannya Joko sebagai tersangka menambah panjang status tersangka kasus Jiwasraya. 

Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan lima orang tersangka dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka adalah mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, eks Direktur Utama Hendrisman Rahim, bekas pejabat Jiwasraya Syahmirwan, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait