Pulangkan Jaksa dari KPK, Jaksa Agung: Untuk Tangani Jiwasraya

Jaksa Yadyn Palebangan dan Sugeng akan ditempatjan di Tindak Pidana Khusus
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
31 Januari 2020, 17:57
jaksa agung, kpk, jaksa
Adi Maulana Ibrahim | KATADATA
Jaksa Agung ST Burhanuddin hari Jumat (31/1) mengatakan ditarik kembalinya dua jaksa dari KPK untuk membantu penyidikan Jiwasraya.

Kejaksaan Agung menarik dua orang jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Yadyn Palebangan dan Sugeng. Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin beralasan pemulangan mereka untuk membantu penanganan perkara dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Burhanuddin mengatakan nantinya kedua jaksa itu akan masuk ke bagian Tindak Pidana Khusus (Pidsus). "Ya untuk kebutuhan organisasi kan kami sedang mendalami kasus Jiwasraya," kata dia saat ditemui di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (31/1).

(Baca: Erick Thohir Berharap Hasil Sita Aset Bisa Bantu Keuangan Jiwasraya)

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan Yadyn dan Sugeng akan bekerja sama dengannya tangani perkara yang merugikan negara sekitar Rp 13,7 triliun itu.

Dengan adanya tambahan personel, saat ini terdapat 40 orang jaksa untuk mengusut kasus itu. Meski demikian, bergabungnya dua orang jaksa itu masih menunggu surat perintah. "Kami belum lihat surat perintah, nanti lihat dulu suratnya," kata dia.

Sebelumnya, Korps Adyaksa telah memastikan dalam menangani perkara ini dipastikan tidak melibatkan komisi antirasuah. Hal ini lantaran penanganan kasus telah memasuki tahap penyidikan dan menetapkan lima orang tersangka. 

(Baca: Kejaksaan Gali Informasi dari Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko)

Kelimanya adalah mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, bekas Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo. 

Ada pula dua tersangka dari pihak swasta, yakni Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Kelima tersangka tersebut menjalani tahanan di tempat yang berbeda. 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Video Pilihan

Artikel Terkait