Tinjau Kapal Selam Alugoro, Jokowi: Ini Awal Kemandirian Alutsista RI

Pembangunan kapal selam Alugoro menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.
Dimas Jarot Bayu
27 Januari 2020, 15:55
kapal selam alugoro, jokowi, alutsista
Katadata
Presiden Joko Widodo saat meninjau KRI Alugoro-405 di PT PAL, Surabaya, Senin (27/1) (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pembuatan kapal selam KRI Alugoro-405 yang merupakan kerja sama PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Jokowi juga berharap pembangunan kapal selam tersebut menjadi awal kemandirian industri alutsista nasional.

Pasalnya pembuatan KRI Alugoro-405 ini dilakukan dengan skema transfer teknologi antara DSME dengan PT PAL. Pembangunan Alugoro ini menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. 

“Kami harapkan pada suatu titik bisa mandiri mengerjakan semuanya oleh anak-anak bangsa sendiri," kata Jokowi saat meninjau KRI Alugoro di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, seperti dikutip dari Sekretariat Kabinet, Senin (27/1).

(Baca: Jokowi Tinjau Kapal Selam Alugoro-405 Produksi RI-Korsel di Surabaya)

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat melihat langsung kabin KRI Alugoro-405. Dia juga mendapatkan penjelasan terkait kapal selam tersebut dari Direktur Utama PT PAL Budiman saleh.

Kapal selam Alugoro sendiri memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter dan memiliki kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot. Alugoro juga telah menjalani berbagai proses pengujian seperti Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Turut mendampingi Presiden saat meninjau kapal selam Alugoro, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Selain itu turut pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Selain itu ada Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Staf Khusus Presiden M. Fadjroel Rachman dan Putri Tanjung, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

(Baca: Jokowi Minta Prabowo Ubah Belanja Alutsista jadi Investasi Pertahanan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait