Soal Kasus Suap KPU, Hasto: Ada yang Framing Saya Terima Dana

Hasto juga membantah dirinya bersembunyi di PTIK guna menghindari kejaran KPK
Image title
Oleh Antara
10 Januari 2020, 21:48
hasto, pdip, korupsi, kpu
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (21/12/2019). Hasto merasa ada pihak yang menggiring opini dirinya terkait kasus suap yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Hasto Kristiyanto merasa ada pihak yang menggiring opini terhadapnya terkait kasus suap yang menyeret Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan kader PDI Perjuangan Harun Masiku.

Sekretaris Jenderal PDIP itu lalu mengatakan akan menyikapinya dengan dewasa. Apalagi menurutnya bukan kali ini kader besutan Megawati Soekarnoputri itu diterpa isu miring.

“Ada yang framing saya menerima dana, memperlakukan bentuk kekuasaan secara sembarangan,” kata Hasto di JIExpo, Jakarta, Jumat (10/1).

(Baca: Kasus Suap KPU, KPK Siap Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto)

Advertisement

Hasto mencontohkan adanya framing seolah terduga pelaku yang bernama Doni ditangkap. Ia lalu menunjuk seseorang yang berdiri di sampingnya dan menyebutnya sebagai staf yang bernama Doni. “Ada pihak yang melakukan framing seolah yang namanya Doni itu staf kesekjenan yang ditangkap,”

Hasto juga mengonfirmasikan beberapa kabar terkait dirinya dalam kasus suap KPU itu. Dia menyatakan tidak mengetahui keberadaan Harun Masiku yang hingga saat ini belum menyerahkan diri. “Kalau Harun ini saya tidak tahu di mana,” kata dia.

Dia mengatakan PDIP tidak sembarangan dalam melakukan pergantian antar waktu (PAW). Apalagi pergantian tersebut memiliki payung hukum Undang-undang Partai Politik dan UU pemilu, sehingga tidak bisa didasari lobi-lobi politik.

“Tugas Dewan Pimpinan Pusat termasuk saya menjalankan putusan Mahkamah Agung. (Hasil) Gugatan yang kami lakukan menyerahkan (PAW) kepada parpol,” kata Hasto.

Hasto juga membantah kabar dirinya ‘bersembunyi’ di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) agar tidak ditangkap KPK. Dia mengatakan selama beberapa hari ke belakang sedang disibukkan persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan HUT ke-47 PDIP.

“Karena kami berkeinginan bahwa partai tidak hanya bicara tentang kekuasaan tapi sebuah kebijakan melalui peraturan perundangan,” katanya.

(Baca: Mega Tak Akan Lindungi Kader PDIP yang Hanya Cari Keuntungan Pribadi)

KPK telah mengatakan siap memanggil Hasto Kristiyanto dalam kasus dugaan suap tersebut. Selain itu KPK juga telah menangkap orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF), Saeful (SAE), dan Doni (DON) yang membantu Harun.  DON dan SAE ini yang diduga merupakan staf Hasto.

“Kalau penyidik butuh keterangan, yang bersangkutan (Hasto) pasti dipanggil,” kata pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (10/9).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait